Gempa Di Iran Dan Irak, Korban Tewas Menjadi 328 Orang

Gempa Di Iran Dan Irak, Korban Tewas Menjadi 328 Orang

Gempa Di Iran Dan Irak © Pouria Pakizeh / Isna / AFP

REINHA.com – Gempa yang menerjang perbatasan antara Iran Dan Irak pada hari Minggu, 12 November 2017, menjadi salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah bencana alam di kedua negara tersebut. Laporan terakhir menunjukkan bahwa korban tewas telah mencapai 328 orang.

Mengutip dari National Disaster Management Organization, saat ini diperkirakan oleh pejabat setempat bahwa jumlah korban tewas mencapai 328 orang. Sementara itu, lebih dari 2.500 orang mengalami luka-luka.

“Tidak ada angka yang akurat karena jumlah korban terus meningkat. Beberapa rumah penduduk ambruk. Kami tidak tahu apakah ada orang di dalamnya” ucap Walikota kota Darbandikhan, Nasih Mala Hassan.

Menurut USGS, pusat gempa terjadi di sekitar 25 km di bawah permukaan di perbatasan Iran dan Irak, dengan kekuatan 7,3 skala richter.

(Baca juga: Gempa 7,3 SR Di Iran Dan Irak, 140 Orang Tewas)

TV pemerintah Iran melaporkan bahwa setidaknya delapan desa rusak akibat gempa tersebut. “Gempa tersebut dirasakan di beberapa provinsi Iran yang berbatasan dengan Irak. Delapan desa rusak, listrik telah terputus di beberapa desa dan tim penyelamat telah dikirim ke daerah tersebut” kata laporan tersebut.

Pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah, mengingat banyak wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau tim penyelamat.

Warga Iran, Irak dan sekitarnya melaporkan melalui media sosial bahwa mereka merasakan guncangan hingga ke Baghdad dan Mosul. Beberapa bahkan mengatakan bahwa mereka merasakan getaran di Kuwait.

Pemerintah Iran telah memperingatkan kepada warganya yang berada di daerah yang terkena dampak gempa untuk harus menahan diri agar tidak memasuki bangunan yang rusak.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran. Khamenei juga memastikan bahwa semua organisasi sipil dan militer akan membantu upaya penyelamatan korban gempa.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah memimpin Kementerian Dalam Negeri negara tersebut dengan menangani “sesegera mungkin kebutuhan penduduk daerah barat negara itu, yang terkena dampak gempa”. Masa berkabung selama tiga hari telah diumumkan di Provinsi Kermanshah, Iran. (rsn-reinha)

Share thisShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0