Korban Tewas Gempa Iran Dan Irak Mencapai 450 Orang

Korban Tewas Gempa Iran Dan Irak Mencapai 450 Orang

Korban di Pol-e Zahab. / Tasnim News Agency/Reuters

REINHA.com – Gempa bumi mematikan mengguncang wilayah di perbatasan Iran dan Irak pada hari Minggu, 12 November 2017. Jumlah korban tewas yang disebabkan bencana tersebut terus bertambah seiring evakuasi korban. Hingga saat ini, jumlah korban tewas gempa Iran dan Irak mencapai 450 orang.

Gempa tercatat pada pukul 9:18 pada hari Minggu waktu setempat. Pusat gempa berada di dekat Ezgeleh, Iran, sekitar 135 mil timur laut Baghdad. Kekuatan gempa mencapai 7,3 skala richter, dengan kedalaman gempa 25 km dari permukaan.

Ahli seismologi di negara tersebut mengatakan bahwa itu adalah gempa terbesar yang pernah melanda bagian barat Iran.

(Baca juga: Gempa Di Iran Dan Irak, Korban Tewas Menjadi 328 Orang)

Sedikitnya 445 orang tewas dan 7.370 orang luka-luka di Iran, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, yang memberikan perkiraan lebih tinggi daripada korban tewas 407 yang telah diumumkan oleh pejabat sebelumnya. Sedangkan di sisi perbatasan Irak, sedikitnya 8 orang tewas dan 535 orang luka-luka, menurut Dr. Saif al-Badir, seorang juru bicara Kementerian Kesehatan.

Pada hari Senin, warga Iran menggali melalui puing-puing, panik mencari korban selamat yang mungkin selamat. Di Teheran, ratusan orang mengantri untuk menyumbangkan darah sebagai tanggapan atas seruan dari pemerintah.

Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menyampaikan sebuah pesan belasungkawa pada hari Senin. Khamenei juga mendesak petugas penyelamat untuk terus mencari korban selamat.

“Para pejabat harus mempercepat jam-jam pertama ini dengan segenap kekuatan dan tekad mereka untuk membantu yang terluka, terutama yang terjebak di bawah reruntuhan,” ucap Khamenei.

Menjelang malam, bagaimanapun, pejabat Iran mengatakan bahwa misi penyelamatan hampir berakhir, menurut media berita negara bagian.

Menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran, wilayah yang sangat hancur akibat gempa adalah Pol-e Zahab, sebuah kota di provinsi Kermanshah, Iran barat. Pihak berwenang mengatakan bahwa setidaknya 236 orang telah meninggal di kota yang berpenduduk 30.000 jiwa tersebut.

Surat kabar pemerintah Iran memposting sebuah video di situsnya di mana seorang penduduk Pol-e Zahab mengeluh bahwa tidak ada bantuan yang datang.

“Belum ada bantuan, makanan maupun air, tidak ada pakaian, tidak ada tenda, tidak ada apa-apa,” kata seorang pria berusia sekitar 30 tahun. Pria itu berdiri di sebuah jalan yang dikelilingi bangunan roboh.

“Belum ada fasilitas apapun. Kami sudah tidur di luar sejak tadi malam. Inilah kondisi rumah kami. Listrik, air, gas, saluran telepon kami habis, semuanya habis, seluruh kota hancur, hancur” lanjutnya.

#Korban Tewas Gempa Iran Dan Irak Mencapai 450 Orang (rsn-reinha)

Share thisShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0