PM Lebanon Bantah Dirinya Menjadi Tahanan Arab Saudi

PM Lebanon Bantah Dirinya Menjadi Tahanan Arab Saudi

Saad al-Hariri © Mohamed Azakir / Reuters

REINHA.com – Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, membantah pernyataan Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, yang mengatakan bahwa dirinya menjadi tahanan Arab Saudi, sehingga tidak dapat kembali ke negara asalnya. Hariri mengatakan bahwa dia adalah ‘orang bebas’ dan akan segera pulang.

“Hariri adalah seorang tahanan di Arab Saudi, dan tidak dapat kembali ke negerinya sendiri. Arab Saudi berusaha untuk memaksakan kehendaknya pada pemerintah Lebanon. Mereka mencoba menabur benih perselisihan di antara berbagai faksi politik di sini dan mengadu domba mereka satu sama lain” kata Nasrallah, dalam sebuah pidato pada tanggal 11 November 2017.

(Baca juga: Hizbullah: Arab Saudi Umumkan Perang Terhadap Lebanon)

Dalam wawancara pertama sejak pengunduran dirinya yang mengejutkan dari sebuah lokasi yang tidak diungkapkan di Arab Saudi pekan lalu, Hariri membantah pernyataan di atas, dengan mengatakan bahwa dia dapat membatalkan keputusannya untuk meninggalkan jabatannya.

“Saya orang bebas di Arab Saudi, dan saya bisa pergi kapan pun saya mau. Saya akan segera kembali ke Lebanon” ucap Hariri, dalam sebuah wawancara yang disiarkan di saluran Lebanon Future TV.

Hariri menjelaskan bahwa dia memilih untuk menunda kepulangannya karena dia “tidak yakin tentang kehidupannya dan kehidupan keluarganya” dan mengatakan bahwa saat ini dia sedang “membangun kembali aparat keamanan”.

Hariri, yang memegang kewarganegaraan ganda Saudi dan Lebanon, juga menegaskan bahwa tuan rumahnya, Raja Salman, memperlakukannya ” anak laki-lakinya sendiri”. Dia juga menolak tuduhan bahwa Arab Saudi memicu krisis regional.

Dia mengulangi kalimat hampir kata demi kata dari pernyataan pengunduran dirinya pada tanggal 3 November, menyalahkan Hizbullah dan Iran karena menciptakan ketidakstabilan di negara ini. Dia menambahkan bahwa dia menulis pernyataan itu “dengan tangannya sendiri”, tidak seperti yang dituduhkan oleh Nasrallah dalam pidatonya.

Politisi tersebut mengatakan bahwa niatnya adalah “menimbulkan kejutan positif” menangkal campur tangan Teheran, dan mengatakan bahwa dia belum dapat membatalkan pengunduran dirinya jika Hizbullah belum “berjanji untuk tetap netral dalam konflik regional”.

Tepat sebelum wawancara tersebut disiarkan, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa dia tidak akan menerima pengunduran diri Hariri sampai dia kembali dan berbicara kepadanya secara pribadi.

“Ketidakjelasan seputar kondisi Perdana Menteri Saad Hariri sejak pengunduran dirinya seminggu yang lalu berarti bahwa semua posisi dan tindakan yang dinyatakan kepadanya atau dikaitkan dengannya tidak mencerminkan kebenaran” kata Aoun dalam sebuah pernyataan. (rsn-reinha)

Share thisShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0