Bank Swiss Menindak Dugaan Pencucian Uang Saudi

Bank Swiss Menindak Dugaan Pencucian Uang Saudi

@Global Look Press

REINHA.com – Bank-bank di Swiss telah melaporkan aktivitas rekening yang mencurigai di antara beberapa klien Saudi mereka ke Kantor Pelaporan Pencucian Uang Swiss, lapor Financial Time.

Laporan tersebut mengkaji data tentang transaksi yang berpotensi mencurigakan terkait dengan rekening Saudi, dimana laporan tersebut diajukan oleh beberapa bank paling terpercaya di dunia.

(Baca juga: Putin: Suriah Telah Bebas, Termasuk Wilayah Kristen)

Pihak berwenang Swiss tidak membekukan aset apapun atau meluncurkan penyedikan kriminal, menurut jaksa federal seperti yang dikutip dari Reuters.

“Informasi yang masuk sedang ditinjau, aset belum dibekukan, penyidikan kriminal dalam hal ini pun belum dibuka.” juru bicara Kantor Jaksa Agung kepada agensi tersebut.

Langkah-langkah tersebut dilakukan saat Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman melancarkan tindakan anti korupsi di kerajaan kaya minyak tersebut dimana lebih dari 200 orang ditahan atas tuduhan “korupsi dan penggelapan sistematis” yang berlangsung puluhan tahun. Penyelidik tersebut dilaporkan telah menemukan setidaknya $ 100 miliar telah di korupsi.

(Baca juga: Qatar Sebut Arab Saudi Penindas, Menggertak Negara Kecil Untuk Tunduk)

Komite korupsi Saudi dilaporkan menangkap menteri kabinet, anggota keluarga kerajaan dan pemilik tiga jaringan TV dengan pembekuan sekitar 1.700 rekening bank.

Lembaga keuangan Swiss diwajibkan melaporkan transaksi yang mencurigakan, dan telah mengambil langkah untuk tampil lebih transparan di tengah skandal tersebut, menurut regulator. Beberapa kritikus melihatnya sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari kejahatan finansial apapun.

Menurut Kantor Federal Swiss untuk Keadilan, Arab Saudi tidak memintanya untuk mendapatkan bantuan hukum dalam menyelidiki tokoh-tokoh yang terkait dengan tuduhan korupsi tersebut.

# Bank Swiss Menindak Dugaan Pencucian Uang Saudi (jmw-reinha)

Share thisShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0