Di Universitas California Mahasiswa Dilatih Menjadi Hacker

Di Universitas California Mahasiswa Dilatih Menjadi Hacker

Wikileaks, Teknologi

REINHA.com – Universitas California, Berkeley, California, telah membuka kelas baru yang disebut Cyberwar. Di kelas ini, mahasiswa akan dilatih untuk dapat menemukan kelemahan keamanan di aplikasi dan situs web yang digunakan orang setiap harinya.

Kelas Cyberwar diadakan dua kali seminggu dan diikuti oleh sekitar 80 orang mahasiswa. Di Auditorium Hewlett Packard Berkeley, mahasiswa akan belajar tentang bagaimana aktor negara-negara dan penjahat dunia maya melakukan peretasan ke dalam sistem komputer.

Dengan mempelajari metode yang dilakukan seorang hacker dalam meretas komputer, mahasiswa akan belajar untuk mencoba dan menghentikannya.

“Saya kebanyakan berfokus pada situs web pemerintah, khususnya situs pendaftaran pemilih” kata Vy-An Phan, seorang junior yang sedang belajar teknik elektro dan ilmu komputer yang terdaftar di kelas ini.

Selama tugas kelas, Phan mengaku menemukan kerentanan di setidaknya lima situs yang berpotensi digunakan untuk mengelabui seseorang agar tidak melakukan pendaftaran dengan benar.

“Apa yang saya temukan adalah situs web negara bagian dan situs web lokal biasanya berjalan sangat buruk. Jika saya bisa menemukan virus, tentu orang lain bisa” ucap Phan.

Selain situs pemerintah, mahasiswa juga menemukan kerentanan di berbagai aplikasi, termasuk dari satu situs bank dan situs perbelanjaan. Ada seorang mahasiswa yang mendapatkan $ 100 setelah melaporkan penemuan virus di situs sebuah perusahaan.

Doug Tygar, profesor ilmu komputer yang mengajar di kelas Cyberwar, menyebut pelatihan tersebut sebagai eksperimen. “Tujuannya adalah untuk melatih mahasiswa untuk membangun sistem yang super aman. Tapi untuk melakukan itu, mereka harus bisa berpikir seperti hacker” kata Tygar kepada CNN Tech setelah mengikuti sebuah kelas.

(Baca juga: Singapura Akan Gunakan Bus Tanpa Pengemudi Di Tahun 2022)

Kelas bekerja dengan HackerOne, platform hacker-for-hire. Setiap virus yang ditemukan oleh seorang mahasiswa akan dilaporkan ke perusahaan atau organisasi pemilik situs tersebut. Perusahaan di platform HackerOne membayar hacker yang menemukan virus di sistem mereka. Sebagian besar siswa menargetkan perusahaan yang menggunakan platform tersebut.

Mahasiswa juga mendengar ceramah dan menghadiri acara yang diselenggarakan dalam kemitraan dengan HackerOne untuk belajar dari hacker profesional. “Kecuali Anda memiliki kemampuan untuk bisa berpikir seperti hacker, Anda tidak akan bisa membangun sistem yang aman” ucap Tygar.

Kelas Cyberwar tidak akan ditawarkan pada semester berikutnya, namun Tygar berencana untuk mengajarkannya lagi di masa depan. Dan dia berniat mengganti namanya.

Sementara itu, Ted Kramer, kepala staf di HackerOne, mengatakan bahwa perusahaan tersebut ingin membawa program tersebut ke lebih banyak kampus.

Kelas dapat membantu mempersiapkan siswa untuk pekerjaan di masa depan. Menurut sebuah laporan dari Cybersecurity Ventures, akan ada 3.5 juta pekerjaan cybersecurity terisi di seluruh dunia pada tahun 2021.

Phan akhirnya menginginkan sebuah pekerjaan dalam pengujian keamanan untuk membantu perusahaan menjaga aplikasi, situs web dan infrastruktur tetap aman. “Saya merasa jauh lebih bermanfaat daripada menjadi pengembang,” katanya.

# Di Universitas California Mahasiswa Dilatih Menjadi Hacker (rsn-reiha)

Share thisShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0