Turki Akan Lawan Pasukan Suriah Di Afrin Jika Membela Kurdi

Turki Akan Lawan Pasukan Suriah Di Afrin Jika Membela Kurdi

Pasukan Turki – Khalil Ashawi/Reuters

REINHA.com – Pasukan pro-pemerintah Suriah akan memasuki Afrin, Ankara mengatakan “tidak ada yang bisa menghentikan” tentaranya, jika pasukan “rezim” datang untuk membantu milisi Kurdi, namun menambahkan jika orang-orang Suriah memerangi mereka tidak akan ada masalah.

Turki menanggapi pasukan pro-pemerintah Suriah yang memasuki provinsi Afrin dengan mengatakan, kedatangan pasukan pro Suriah tersebut akan dilihat dari tujuan kedatang mereka, “tergantung pada tujuan mereka” ucap Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Senin setelah bertemu dengan rekannya dari Jordania Ayman Safadi di Amman.

(Baca juga: Hindari Konflik Militer, Trump Desak Turki Berhati-hati)

“Jika rezim memasuki (Afrin) untuk membersihkan YPG, maka tidak ada masalah,” kata Cavusoglu, seperti dikutip oleh kantor berita Anadolu. Namun, dia menambahkan: “Jika mereka memasuki (Afrin) untuk memberikan perlindungan kepada YPG, maka tidak ada yang bisa menghentikan tentara Turki atau Turki.”

Pernyataan menteri tersebut mengikuti laporan media yang menunjukkan bahwa pasukan Suriah pro-pemerintah diperkirakan akan memasuki Afrin dalam hitungan jam. Sebelumnya pada hari Senin, kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa pasukan tersebut sedang bersiap untuk pindah ke provinsi tersebut untuk mendukung penduduk setempat “menghadapi agresi” dari Turki.

Sebelumnya, penasihat administrasi Kurdi Badran Jia Kurd mengatakan kesepakatan telah dicapai untuk mengizinkan pasukan Suriah memasuki wilayah yang diperangi.

“Ketika sampai pada masalah politik dan administratif di wilayah ini, akan disepakati dengan Damaskus di kemudian hari melalui perundingan langsung dan diskusi,” katanya kepada Reuters.

Pada tingkat resmi, pemerintah Suriah tidak memastikan bahwa sebuah kesepakatan telah tercapai, dan milisi Kurdi hanya mengonfirmasikan bahwa sebuah permintaan telah diajukan kepada pasukan Suriah untuk melindungi Afrin.

Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada bulan Januari tahun ini, dengan tujuan untuk mengamankan perbatasannya melawan milisi YPG yang oleh Ankara dianggap sebagai teroris. Kemudian, pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan operasi tersebut dapat menyebar di luar Afrin, berlanjut ke provinsi Idlib di Suriah.

Pada awal Oktober, pasukan militer Turki dikirim ke provinsi tersebut untuk memantau satu dari empat zona de-eskalasi yang berada di sana. Usulan untuk mendirikan zona yang ditengahi oleh Rusia, Turki dan Iran telah selesai pada bulan September tahun lalu dalam sebuah putaran perundingan damai Suriah di Astana.

# Turki Akan Lawan Pasukan Suriah Di Afrin Jika Membela Kurdi (jmw-reinha)