Turki Kirim Pasukan Khusus Ke Afrin, Suriah Dalam ‘Persiapan Pertarungan Baru’

Turki Kirim Pasukan Khusus Ke Afrin, Suriah Dalam 'Persiapan Pertarungan Baru'

Kendaraan Pasukan Turki – Dha / Global Look Press

REINHA.com – Ankara telah mengirim pasukan khususnya ke wilayah Suriah bagian utara Afrin dalam kampanyenya melawan pasukan milisi Kurdi. Pengiriman pasukan ini mengartikan genjatan senjata yang dudukung PBB tidak berpengaruh terhadap operasi militer Turki.

Pasukan khusus tersebut menyeberang ke wilayah Suriah dari provinsi Kilis dan Hatay di Turki selatan, media setempat melaporkan. Pasukan tersebut diperkirakan akan datang ke desa-desa yang diambil oleh pasukan Turki dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan juga ikut serta dalam pertarungan perkotaan karena Operasi Olive Branch Turki tampaknya bergerak dari pedesaan ke pemukiman utama.

(Baca juga: Jika Anda Mati Syahid, Kami Akan Menghormati Anda Ucap Erdogan Pada Gadis 4 Tahun)

“Menyebarkan pasukan khusus adalah bagian dari persiapan untuk sebuah pertarungan baru,” Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag mengatakan kepada Turkish NTV.

“Pertarungan akan bergeser ke tempat-tempat di mana ada warga sipil, karena daerah (pertempuran) menyempit,” katanya, menambahkan bahwa unit pasukan khusus memiliki pengalaman dalam memerangi militan di daerah pemukiman.

Meskipun operasi Turki telah memasuki minggu keenam, sebagian besar kota besar di daerah kantong Kurdi, termasuk kota Afrin sendiri, tetap berada di tangan YPG. Namun, pasukan Turki telah mengusir milisi Kurdi dari semua wilayah yang berbatasan dengan Turki, laporan media lokal. Pada tanggal 20 Februari, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tentara akan mengepung Afrin “dalam beberapa hari mendatang.”

Operasi Olive Branch akan berlanjut meski ada sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang mempertimbangkan gencatan senjata nasional 30 hari di Suriah. Resolusi tersebut telah disepakiti oleh dewan keamanan pada hari Sabtu, mengatakan bahwa gencatan senjata tidak berlaku untuk Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS), Al-Nusra, atau organisasi teroris lainnya.

Ankara percaya pembebasan ini juga berlaku untuk milisi Kurdi. “Ketika kita melihat resolusi Dewan Keamanan PBB, kita melihat bahwa memerangi organisasi teror berada di luar jangkauannya. Karena itu, hal itu tidak akan mempengaruhi operasi Turki yang sedang berlangsung, “kata Bozdag, seperti dikutip oleh kantor berita Anadolu.

Militer Turki memulai operasinya melawan YPG, sebuah milisi yang dipimpin Kurdi, karena menganggapnya sebagai sayap PKK, sebuah gerakan bersenjata yang dianggap Ankara sebagai teroris. YPG, yang mengendalikan beberapa wilayah di Suriah utara, termasuk Afrin, mengamankan wilayah dari pemberontak Islam dan kelompok ekstremis lainnya selama konflik Suriah dengan dukungan koalisi pimpinan AS.

Jumlah “teroris” yang “dinetralisir” selama operasi mencapai 2.059, kata Staf Umum Turki pada hari Senin. Ankara juga menegaskan bahwa serangan tersebut semata-mata ditujukan untuk menghapuskan teroris, dengan mengingkari tuduhan bahwa pihaknya telah menargetkan warga sipil.

Operasi Turki juga meningkatkan ketegangan antara Ankara dan Damaskus. Pemerintah Suriah telah berulang kali mengutuk operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara tersebut dan menuduh Ankara “melakukan agresi” terhadap orang-orang Suriah. Damaskus juga mengirim milisi ke Afrin untuk memperkuat penduduk setempat dalam perlawanan mereka terhadap serangan Turki.

Informasi ini diperdebatkan oleh Ankara dengan mengatakan bahwa pasukan Suriah dicegah memasuki wilayah tersebut. Erdogan juga memperingatkan bahwa milisi yang masuk akan “membayar harga yang mahal”.

# Turki Kirim Pasukan Khusus Ke Afrin, Suriah Dalam ‘Persiapan Pertarungan Baru’