Assad: Setiap Kali Suriah Menang, Barat Selalu Bersuara Untuk Memperburuk Situasi

Assad: Setiap Kali Suriah Menang, Barat Selalu Bersuara Untuk Memperburuk Situasi

Presiden Suriah Bashar Assad – SANA/Reuters

REINHA.com – Presiden Bashar Assad mengatakan setiap kali Suriah mencapai kemenangan dilapangan, negara barat meningkatkan suara mereka. Suara barat ini hanya untuk meningkatkan ketidaksatbilan regional.

“Setiap kali Tentara Suriah mencapai kemenangan di lapangan, beberapa negara barat meningkatkan suara mereka dan mengintensifkan gerakan mereka dalam upaya untuk mengubah jejak peristiwa,” kata Assad. Pemerintah AS sedang berbicara tentang “tanggapan” mereka, setelah menuduh Damaskus melakukan serangan kimia di Douma berdasarkan klaim yang belum diverifikasi.

“Suara-suara” ini dan “tindakan apapun yang mungkin” dari Barat “tidak akan memberikan kontribusi apa pun selain peningkatan ketidakstabilan di kawasan itu, mengancam perdamaian dan keamanan internasional,” pemimpin Suriah itu menekankan, saat berbicara kepada Ali Akbar Velayati, penasihat utama Iran.

(Baca juga: Trump Ancam Rusia Lewat Twitter, Rusia Katakan Tidak Berdiplomasi Lewat Twitter)

Velayati mendukung pendirian Assad, menambahkan bahwa ancaman oleh beberapa negara barat untuk menyerang Suriah “didasarkan pada kebohongan setelah pembebasan Ghouta Timur.”

Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa pasukan pemerintah Suriah telah memegang kendali penuh atas daerah Douma di Ghouta Timur, 10 km dari Damaskus. Lebih dari 160.000 orang telah berhasil meninggalkan wilayah yang dikepung sejak pertengahan Maret, menurut data terbaru dari kementerian tersebut.

Tuduhan kembali datang untuk Suriah, ketika keberhasilan mereka mengusir satu demi satu kelompok militan dari tanah Suriah. Douma diduga sebagai tempat terjadinya serangan kimia yang dilaporkan oleh aktivis yang terkait dnegan pemberontak.

Insiden, dikatakan telah terjadi pada hari Sabtu. Barat dengan cepat menunjuk jari mereka pada pemerintah Suriah, sebagai dalang, dimana suriah membantah semua tuduhan tersebut.

Presiden AS Donald Trump dengan cepat menyebut serangan di Douma sebagai bencana kemanusiaan dan memperingatkan bahwa “harga besar” akan dibayarkan. Pada hari Rabu ia melangkah lebih jauh, memperingatkan Rusia “untuk bersiap-siap” setelah Moskow bersumpah untuk menembak jatuh rudal yang ditembakkan ke Suriah.

Kecaman juga datang dari Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, dengan cepat menyebut Assad sebagai “monster” menyusul laporan dugaan serangan di Douma. Dia menyebut pemerintah Suriah sebagai “rezim pembunuh.”

Militer Rusia bersikeras bahwa serangan Douma mungkin adalah sebuah skenario yg dipentaskan, menambahkan bahwa unit-unitnya, yang dikirim ke lokasi, tidak menemukan jejak senjata kimia. Moskow mengatakan telah memperingatkan tentang serangan dengan bendera-palsu yang sedang dipersiapkan dalam beberapa bulan terakhir.

Rusia dan Suriah telah menyerukan penyelidikan internasional atas dugaan serangan itu. Misi pencarian fakta dari OPCW akan memulai pekerjaan mereka di Douma pada hari Sabtu.

# Assad: Setiap Kali Suriah Menang, Barat Selalu Bersuara Untuk Memperburuk Situasi (jmw-reinha)