Forum APRS III, Australia Puji Indonesia Dalam Hal Menjaga Hutan

Forum APRS III, Australia Puji Indonesia Dalam Hal Menjaga Hutan

Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia Josh Frydenberg

REINHA.com – Hari ini Senin (23/04), Forum Asia-Pasific Rainforest Summit ke-3 (APRS III) di The Alana Hotel, Yogyakarta, secara resmi telah dibuka. APRS dihadiri oleh 1.000 peserta dari 39 negara yang mewakili 5 benua. Untuk total secara rinci yaitu sekitar 200 orang peserta asing dan 700 peserta Indonesia.

Selain forum diskusi, acara hari ini juga diisi dengan kegiatan pameran terkait tema APRS III yaitu “Protecting Forest and People, Supporting Economic Growth/Melindungi Hutan dan Masyarakat, dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi.”

Dalam sambutannya Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia Josh Frydenberg, memberikan pengarahan mengenai pentingnya kolaborasi antara negara Asia-Pasifik dalam pengembangan berkelanjutan hutan serta kolaborasi pemerintah dan juga pihak swasta.

(Baca juga: Menteri Agama: Kampanye Di Rumah Ibadah Harus Dicegah)

Selain itu Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia Josh Frydenberg juga memuji pemerintah Indonesia dalam menjaga hutan. Menjaga hutan hujan sangat critical untuk menjaga emisi dan juga menjalankan Paris Agreement.

Selanjutnya sambutan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. Beliau mengatakan bahwa hutan hujan di Asia Pasifik tersebar seluas 740 juta hektar, oleh karena itu kontribusi dari negara-negara di Asia Pasifik ini layak menjadi pertimbangan.

Siti Nurbaya Bakar mengatakan di APRS2018 ini akan membahas 7 topik, dengan topik utama “Melindungi Hutan dan Masyarakat, Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”.

1. Hutan di NDC;

2. Restorasi dan Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan;

3. Mangrove dan Blue Carbon;

4. Perhutanan Sosial.

5. Ekowisata dan konservasi Keanekaragaman hayati;

6. Hutan Produksi; dan

7. Pembiayaan Hutan, investasi dan Perdagangan.

Dalam ‘high level statements’ H.E. Osea Naiqamu, Menteri Kehutanan, Fiji, mengatakan bahwa manusia memiliki peran penting dalam pembangunan hutan berkelanjutan. Menteri Senior Negara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura, Amy Khor Lean Suan, mengatakan bahwa Singapura tidak memiliki hutan hujan namun mereka menciptakannya.

Ricardo L. Calderon, mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina, mengatakan bahwa Filipina kini sedang gencar dalam rehabilitasi hutan utk pembangunan berkelanjutan.

Robert Nasi, Dirjen Center for International Forestry Research (CIFOR), mengatakan bahwa hutan sangat penting untuk keamanan pangan dan juga mitigasi perubahan iklim.

# Forum APRS III, Australia Puji Indonesia Dalam Hal Menjaga Hutan