Menteri Agama: Kampanye Di Rumah Ibadah Harus Dicegah

Menteri Agama: Kampanye Di Rumah Ibadah Harus Dicegah

Lukman Hakim Saifuddin – Merdeka/Imam Buhori

REINHA.com – Indonesia kini memasuki tahun politik. Dari pemilihan kepala daerah 2018 sampai pemilihan presiden 2019. Pemerintah dan Kepolisian telah memberikan ultimatum agar di tahun politik ini, para pendukung pasangan calon kepala daerah, tidak menggunakan informasi hoax untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon yang didukungnya.

Terkait dengan musim politik ini, Menteri Agama Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan Politik substantif seperti tegakkan keadilan dan kejujuran, penuhi hak dasar manusia, cegah kemunkaran, dan lain lain adalah ajaran agama yang wajib diperjuangkan dimanapun dan kapanpun.

(Baca juga: Tanggapi Tweet Romahurmuziy, Fadli Zon: Sangat Dangkal Pemikiran Ini)

Selain itu Lukman Hakim Saifuddin juga mengatakan berkampanye untuk memilih paslon atau caleg di rumah ibadah harus dicegah.

Menteri Agama: Kampanye Di Rumah Ibadah Harus Dicegah

Screenshot Twitter

“Politik substantif seperti tegakkan keadilan dan kejujuran, penuhi hak dasar manusia, cegah kemunkaran, dll adalah ajaran agama yg wajib diperjuangkan dimanapun dan kapanpun.”

“Namun berkampanye untuk pilih paslon ini, partai itu, atau caleg ini-itu di rumah ibadah harus dicegah” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, melalui akun Twiter miliknya.

# Menteri Agama: Kampanye Di Rumah Ibadah Harus Dicegah