Blokir 1.285 Akun, Kominfo: 143 Juta Pengguna Medsos Berpotensi Terkena Virus Radikal

Blokir 1.285 Akun, Kominfo: 143 Juta Pengguna Medsos Berpotensi Terkena Virus Radikal

Kominfo-Diskusi

REINHA.com – Dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Desmed FMB9) yang bertajuk Cegah dan Perangi Aksi Teroris” Rabu (16/5) tenaga ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Donny Budi Utoyo mengemukakan, saat ini agitasi dan propaganda kelompok radikalisme dan terorisme kerap dilakukan di dunia maya atau media sosial (Medsos).

Propaganda di media sosial ini untuk mempengaruhi warganet yang bisa bisa dipengaruhi dengan “kampanye-kampanye” mereka kata Donny.

Menurut Donny, sebanyak 143 juta pengguna media sosial (medsos) di Indonesia sangat berpotensi terkena virus radikalisme dan terorisme.

(Baca juga: Terkait Teroris, Wiranto: Percayakan Pada Undang-Undang)

“Kita harus bicara hulu dan hilir. Hulu seperti apa? Ya itu, literasi, bicara conten, dan narasi. Hilirnya baru pemblokiran,” ujar Donny.

Sejak pertama kali terjadi bom di gereja di Surabaya, menurut Donny, ada 1.285 akun medsos yang diblokir. Dan itu hanya dalam waktu 3-4 hari.

Kemenkominfo, lanjut Donny, sudah jauh-jauh hari melakukan proses tesebut terus menerus, yang kemudian lebih diintensifkan.

“Salah satu upayanya adalah dengan aduan konten, internet sehat, siber kreasi dan lainnya. Isinya dengan melakukan literasi digital, cara menghindari paham radikal,” ucap Donny.

# Blokir 1.285 Akun, Kominfo: 143 Juta Pengguna Medsos Berpotensi Terkena Virus Radikal