Asik Berbincang Dengan Teman, Remaja Terlindas Kereta

Asik Berbincang Dengan Teman, Remaja Terlindas Kereta

REINHA.com – Milena Gagic, 16 tahun, sedang asik berbincang dengan teman dekatnya Amelia Hustwick, 16 tahun, di sebuah perlintasan kereta api. Mereka duduk berhadap-hadapan di rel kereta, ketika sebuah kereta tiba-tiba datang dengan cepat. Amelia segera menyadari datangnya kereta dan melompat menjauhi rel, namun temannya tidak melakukan hal yang sama.

Kedua siswi dari Halifax, West Yorkshire, Inggris, itu sudah berteman sejak kecil. Malam itu sekitar pukul 10.30 malam, mereka keluar rumah untuk membeli bahan-bahan makanan sebagai persiapan menginap di rumah kakak Amelia.

Asik Berbincang Dengan Teman, Remaja Terlindas Kereta

Seperti dilansir Dailymail, 20 Februari 2015, sepulang berbelanja, mereka melewati perlintasan kereta api dan memutuskan untuk duduk di rel dan berbincang-bincang. Yang mereka tahu, pada jam-jam tersebut sudah tidak ada lagi kereta yang melintas. Namun ternyata kereta terakhir belum melintas.

“Setelah berbelanja kami berencana untuk menemui beberapa orang teman di sebuah taman, namun mereka sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Jadi kami memutuskan untuk berjalan di sepanjang jalan utama menuju rel kereta api karena suasana disana tenang” ucap Amelia.

“Kami pernah berada di sana pada tiga kesempatan sebelumnya. Disana sangat sepi sehingga kami tidak berpikir kereta akan lewat. Kami duduk di antara rel pada persimpangan. Kami duduk saling berhadapan, mengobrol sambil tertawa cekikikan”

Tak lama kemudian, kereta datang dengan cepat. Amelia melompat keluar dari perlintasan kereta. “Kereta berjalan cepat, tapi saya tidak yakin seberapa cepat. Saya tidak mendengar klakson kereta, saya menduga Milena telah melompat keluar dari rel karena saya tidak melihatnya setelah kereta lewat”

Amelia mencari temannya dan menemukannya 10 meter dari tempat mereka duduk. Gadis malang itu meninggal seketika akibat luka parah di kepalanya. Amelia berusaha menghidupkan Milena kembali dengan pertolongan pertama sebisa mungkin yang dapat ia lakukan, sebelum petugas layanan darurat datang, namun ia tidak berhasil menyelamatkan nyawa temannya.

Milena dikenal sebagai gadis yang ceria, cerdas dan berbakat di sekolah. Ia berencana untuk masuk ke universitas Oxford, untuk menata masa depannya yang gemilang. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kepedihan bagi keluarganya, tapi juga membuat sedih teman-teman di sekolahnya. (rsn-reinha)