Kucing Mati Keracunan Setelah Dicat Pink Untuk Pesta

Kucing Mati Keracunan Setelah Dicat Pink Untuk Pesta

REINHA.com – Seorang penulis asal Rusia, Elena Lenina, telah mewarnai kucingnya dengan cat warna pink. Kucing itu diwarnai untuk dibawa ke pesta agar serasi dengan kostum serba pink yang menjadi tema pesta. Namun naas bagi kucing malang itu, ia akhirnya mati karena keracunan kimia cat tersebut.

(Baca juga: Disiksa Orang Tak Bertanggung Jawab, 3 Kucing Lucu Kehilangan Kaki)

Elena mengakui telah mewarnai kucingnya dengan cat pink pada bulan September tahun lalu. Tapi wanita berusia 35 tahun itu menyangkal kritikan yang ditujukan kepadanya sebagai tindakan yang kejam karena telah menyebabkan hewan lucu itu meninggal.

Kucing Mati Keracunan Setelah Dicat Pink Untuk Pesta

Elena mengatakan bahwa ia telah berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum mewarnai kucingnya. Dan dokter mengatakan bahwa cat yang ia pakai tidak akan berbahaya bagi hewan. Karena itu Elena tidak merasa ragu untuk mewarnai kucingnya.

“Warna pink secara khusus dipilih karena memiliki sifat penyembuhan dan juga dapat memperkuat bulu kucing . Dokter hewan mengatakan kepada saya bahwa itu adalah nilai tambah yang menguntungkan” ucap Elena, seperti dilansir Dailymail, 28 Februari 2015.

Menurut media lokal, warna pink telah meracuni kucing kecil tersebut setelah ia menjadi daya tarik utama di pesta pink, dimana semua tamu diharuskan mengenakan kostum serba pink. Namun Elena menyangkal dengan sebuah klaim lewat media sosial Instagram, bahwa kucing itu bahagia dan sehat ketika ia memberikannya kepada pemilik baru setelah pesta selesai. Ia juga mengunggah video di YouTube dan memamerkan video kucing itu setelah pesta usai, untuk meyakinkan bahwa kucing itu sehat.

Kucing malang itu diduga telah menelan terlalu banyak zat kimia yang terdapat di dalam cat pink yang menempel di bulunya. Tidak tahu kapan persisnya kucing itu mati, diperkirakan beberapa bulan setelah pesta, ia mati karena darahnya terlalu banyak terkontaminasi racun. (rsn-reinha)