Misteri Bulan Jupiter dengan 'Noda Darah'

Misteri Bulan Jupiter dengan ‘Noda Darah’

REINHA.com – Para ilmuwan telah mengambil sampel yang diduga menjadi penyebab adanya noda merah ‘Blood Falls’ pada Taylor Glacier. Noda merah pada Taylor Glacier ini kabarnya memanjang sepanjang 54 kilometer di Antartika.

Dilansir Theregister, Senin (9/3/2015), noda merah ini dinamakan Blood Falls dan tercipta sebagai proses material yang mengandung besi terjebak dalam danau sub-glacial. Ilmuwan menganalisis, air Blood Falls di masa lalu dan ditemukan mikroba yang tampaknya mampu melakukan metabolisme bahan belerang dan besi.

Mikroba tersebut menemukan cara untuk hidup tanpa paparan energi matahari atau oksigen. Mikroorganisme itu ada di Antartika dan berasal di danau sub-glacial.

Ilmuwan kini meneliti bulan milik Jupiter, yakni Europa dan bulan milik Saturnus, Enceladus. Kedua bulan itu diyakini memiliki kondisi serupa seperti yang dialami di bawah Taylor Glacier, Antartika.

Kedua bulan di sistem tata surya itu dianggap menjadi kandidat yang layak untuk memiliki lautan cair di bawah kerak es. Bulan itu juga menjadi tempat di mana kehidupan mungkin telah berevolusi.

Mempelajari lebih banyak tentang apa yang ada di bawah Taylor Glacier memberikan kesempatan ilmuwan untuk mencari tahu apakah sesungguhnya terdapat kehidupan di luar Bumi.(okz)