Tukang Pos Bangun Istana Dari Kerikil Selama 33 Tahun

Tukang Pos Bangun Istana Dari Kerikil Selama 33 Tahun

REINHA.com – Seorang tukang pos desa asal Perancis, Ferdinand Cheval, mengumpulkan kerikil dari sepanjang perjalanannya mengantar surat dari satu kota ke kota lain. Kerikil-kerikil itu dikumpulkan dan menjadi bahan dasar membangun sebuah istana, yang hingga kini masih berdiri di Hauterives, Perancis.

Ferdinand Cheval lahir ditahun 1800an. Ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pembuat roti, namun cita-cita itu kandas dan akhirnya ia menjadi seorang pengantar surat di wilayah Hauterives.

Tukang Pos Bangun Istana Dari Kerikil Selama 33 Tahun

Pada usia 30-an, ia mulai tertarik dengan kerikil yang ia temui di jalan. Ia mengambil kerikil dan batu yang memiliki bentuk berbeda dari biasanya. Suatu hari ia tersandung sebuah batu, sejak itu ide untuk membuat istana datang dalam pikirannya.

” Dalam mimpi saya telah membangun sebuah istana, kastil atau gua. Saya tidak memberitahu siapa pun tentang hal itu karena takut diejek dan saya merasa konyol sendiri.” tulis Ferdinand dalam buku hariannya.

Seperti dilansir Dailymail, 20 Maret 2015, Ferdinand kemudian mulai mendorong gerobak setiap hari, mengumpulkan kerikil dan batu selama perjalanannya mengantar surat-surat. Ia kemudian membawa hasil pengumpulannya ke sebuah tempat di Hauterives.

Tukang Pos Bangun Istana Dari Kerikil Selama 33 Tahun

Disana ia membangun sebuah istana amatir yang megah dan indah. Dengan arsitektur yang terinspirasi dari setiap gambar dalam kartu pos atau perangko yang diantarkannya. Bahkan duda itu menitipkan anaknya dalam perawatan ayah baptis agar ia dapat fokus dengan pembangunan istana tersebut.

Perjuangan Ferdinand tidaklah singkat. Ia memulai proyeknya pada tahun 1879 dan baru menyelesaikannya di tahun 1912. Ia telah mendedikasikan 33 tahun hidupnya untuk membangun sebuah istana yang luar biasa artistik, lengkap dengan pilar, penopang, patung-patung hewan, dan gua-gua, tanpa bantuan siapapun.

Hingga saat ini, bangunan istana itu masih berdiri kokoh di Hauterives dengan nama Le Palais ideal. Le Palais idéal menjadi salah satu bangunan dengan arsitektur amatir termegah yang pernah ada di dunia. Di istana itu terukir sebuah prasasti yang di tulis oleh Ferdinand yang berisi “The dream of one man”. (rsn-reinha)