Ingin Seperti Shakespeare, Penulis Ini Lakukan Operasi Plastik

Ingin Seperti Shakespeare, Penulis Ini Lakukan Operasi Plastik

REINHA.com – Zhang Yiyi, 34 tahun, adalah seorang penulis asal China yang mempunyai obsesi ingin memiliki wajah yang mirip dengan sastrawan legendaris, William Shakespeare. Demi mewujudkan keinginannya tersebut, Yiyi menjalani serangkaian operasi wajah ekstrim yang menghabiskan dana hingga 150.000 poundsterling atau sekitar 3 milliar rupiah.

Yiyi menyisihkan sebagian uang yang ia dapat dari royalty bukunya untuk biaya operasi, ini ia lakukan selama 3 tahun. Ketika uang sudah terkumpul ia mulai menjalani operasi tersebut. Kini Yiyi telah menjalani 10 kali operasi dalam beberapa bulan terakhir demi mengubah wajahnya menjadi wajah idolanya.

Seperti dilansir Mirror, 3 April 2015, Yiyi telah merekonstruksi bagian mata, kelopak mata, hidung dan bentuk wajahnya. Satu hal yang belum berhasil ditiru oleh Yiyi adalah kepala botak khas Shakespeare, namun ia berusaha untuk memperlambat pertumbuhan rambutnya agar terlihat mirip.

Ingin Seperti Shakespeare, Penulis Ini Lakukan Operasi Plastik

Namun apa yang dilakukan Yiyi menimbulkan perdebatan di kalangan para netizen di negara asalnya. Salah satu komentator, Na Peng dari Beijing, mengatakan: “Saya pikir dia memiliki kemiripan fisik dengan Shakespeare. Mata dan Hidungnya terlihat sangat mirip dan dia telah melakukannya sebagai penghormatan. Saya pikir itu adalah ide yang baik”

Tapi pekerja konstruksi kota, Feng Kung, mengatakan: “Ini konyol, benar-benar membuang-buang uang. Mengapa ada orang yang ingin melakukan sesuatu seperti ini?! Secara pribadi, saya pikir itu agak aneh. Ia menghabiskan uang jerih payah seumur hidupnya dan saya tidak bisa melihat banyak perbedaan dari wajahnya sebelum operasi”

Seperti kisah hidup Shakespeare yang lahir dalam keluarga yang mengalami kebangkrutan, Yiyi juga memiliki kisah yang sama. Yiyi dibesarkan di sebuah keluarga yang dililit utang akibat kegagalan bisnis ayahnya. Ia gagal menyelesaikan kuliahnya dan berjuang secara finansial selama bertahun-tahun. Kerja kerasnya terbayar ketika ia menjadi salah satu penulis muda paling sukses di China. (rsn-reinha)