Menderita Gangguan Jiwa, Rodrigo Tidak Tahu Akan Dieksekusi

Menderita Gangguan Jiwa, Rodrigo Tidak Tahu Akan Dieksekusi

REINHA.com – Rodrigo Gularte, 42 tahun, terpidana mati asal Brasil yang dieksekusi mati pada Rabu dini hari, 29 April 2015, tidak mengetahui dirinya akan di eksekusi hingga detik terakhir hidupnya. Pria yang didiagnosa menderita gangguan kejiwaan itu tidak memahami kondisi yang sedang dihadapinya.

Rodrigo didiagnosis menderita gangguan kejiwaan Skizofrenia dan Bipolar. Pastur Charlie Burrows, rohaniwan Katolik lokal yang menemani Gularte pada saat-saat terakhirnya, mengatakan, dia berpikir sudah bisa mempersiapkan pria Brasil itu menghadapi eksekusinya.

“Saya kira saya sudah berhasil mempersiapkan dia, karena dia akan diborgol, karena dia tak suka disentuh orang lain. Saya katakan kepada dia, saya berusia 72 tahun, saat kau terbangun di surga maka kau tahu di mana saya akan tinggal, mengurus kebun atau lainnya,” kata Burrows.

Burrows mengatakan bahwa, Rodrigo sangat tenang saat petugas memborgolnya, tetapi mulai gelisah saat petugas penjara menyerahkannya kepada polisi yang kemudian memborgol kakinya.

“Saya kira dia memahami pesan saya bahwa dia akan dieksekusi, tetapi saat borgol mulai dipasang dia berkata kepada saya, ‘Romo, apakah saya akan dieksekusi?’,” kenang Burrows.

Burrows, yang juga mendampingi warga Brasil lainnya yang dieksekusi pada Januari lalu, menambahkan, Rodrigo mengatakan, dia terus mendengar suara-suara pada hari-hari terakhirnya yang mengatakan dirinya akan baik-baik saja. “Dia sangat memercayai suara-suara itu dibanding orang lainnya,” tambah Burrows.

Rodrigo Gularte ditangkap saat membawa enam kilogram kokain yang disembunyikan di dalam papan selancarnya pada 2004 dan dijatuhi hukuman mati pada 2005.

Keluarga pria itu sudah menyerahkan sejumlah laporan medis kepada Pemerintah Indonesia yang menyatakan Rodrigo menderita gangguan mental. Presiden Brasil Dilma Rousseff juga secara pribadi telah meminta pengampunan untuk Rodrigo, tetapi semua upaya itu gagal menyelamatkan nyawa pria tersebut. (kmp/rsn-reinha)