Setiap Delapan Jam, Satu Orang Petani Kapas Di India Bunuh Diri

Setiap Delapan Jam, Satu Orang Petani Kapas Di India Bunuh Diri

REINHA.com – Menurut laporan dari kelompok advokasi petani di Vidarbha, India, Vidarbha Jan Andolan Samiti (VJAS), sebanyak dua hingga tiga orang petani kapas di India bunuh diri setiap harinya. Vidarbha yang terletak di bagian timur Maharashtra, kini dikenal sebagai pusat krisis bunuh diri dengan total 2.900 petani bunuh diri sejak tahun 2013.

Yogita Kanhaiya, 25 tahun, saat ini sedang mengandung anak ke tiganya. Namun suaminya, Moreshwor, salah seorang petani kapas di Vidarbha, tidak akan pernah melihat kelahiran anak mereka atau pun melihat ke tiga anak mereka tumbuh. Ia bunuh diri di awal kehamilan Yogita.

“Dia terlilit utang karena tidak mendapatkan cukup penghasilan dari bertani kapas. Dia memilih mati daripada menanggung kesusahan” ucap Yogita, seperti dilansir CNN, 20 April 2015. Delapan tahun yang lalu, ayah mertua Yogita, yang juga merupakan seorang petani kapas, bunuh diri dengan alasan yang sama.

Ini merupakan kisah menyedihkan bagi mereka yang baru mendengarnya, namun sangat akrab bagi mereka yang berada dalam kalangan keluarga petani kapas di Vidarbha. Menurut VJAS, seorang petani kapas melakukan bunuh diri setiap delapan jam atau sekitar dua hingga tiga orang per hari. Sejak awal tahun ini saja, sudah tercatat sebanyak 500 orang petani yang bunuh diri.

Ada sejumlah alasan untuk keputusasaan para petani ini. Curah hujan yang tinggi dan hujan es menghancurkan banyak tanaman kapas di awal tahun ini. Di sisi lain, mereka harus bersaing dengan panen berlimpah di negara lain yang mendorong turunnya harga sementara biaya-biaya terus naik. Banyak petani kekurangan penghasilan sehingga mencari pinjaman demi menghidupi keluarga. (rsn-reinha)