Telur Paskah Tertua Di Dunia Berusia 103 Tahun

Telur Paskah Tertua Di Dunia Berusia 103 Tahun

REINHA.com – Robert Kerr, 74 tahun, asal Glasgow, Skotlandia, tanpa sengaja menemukan dua buah telur Paskah milik ibunya, Margaret McMeekan, dan saudari kembarnya, Henrietta McMeekan. Telur-telur itu dibuat oleh Margaret dan Henrietta saat mereka berusia 10 tahun. Diduga telur itu merupakan telur Paskah tertua di dunia dengan usia 103 tahun.

Pada tahun 1912, di masa Perang Dunia Pertama dan belum ada supermarket yang menyediakan pernak-pernik Paskah beraneka warna, dua orang anak perempuan kembar, Margaret dan Henrietta, merasa putus asa untuk merayakan Paskah.

Mereka akhirnya membuat telur Paskah mereka sendiri dengan masing-masing satu buah telur rebus yang mereka warnai coklat dengan menggunakan teh. Di kulit telur tersebut mereka menuliskan nama mereka dan tanggal hari Paskah saat itu.

“Telur itu berwarna cokelat, tapi bagaimana pun juga mereka tidak akan mampu membayar untuk mendapatkan telur paskah berwarna cokelat. Mereka hanyalah anak-anak dari seorang penambang batubara di Skotlandia” kisah Robert.

Margaret dan Henrietta McMeekan

Margaret dan Henrietta McMeekan

“Mereka membuat telur mereka sendiri. Ibu dan bibi saya, mengatakan bagaimana mereka berusaha keras untuk merebus sendiri telur-telur itu, kemudian menodai kulitnya dengan teh. Mereka biasanya akan mengupas telur setelah hari Paskah dan memakannya, namun untuk beberapa alasan mereka tetap membiarkan telur-telur itu dalam keadaan utuh”

Margaret memiliki delapan orang anak, salah satunya adalah Robert, sedangkan Henrietta tidak menikah dan tidak mempunyai keturunan. Kedua saudari kembar ini meneruskan tradisi pembuatan telur Paskah kepada generasi berikutnya.

“Ibu dan bibi mengajarkan kami untuk merebus telur dan menghiasnya dengan menggunakan cat air, tapi kami selalu memakan telur-telur itu sehingga tidak ada satu pun telur yang bertahan lama, selama telur buatan mereka” ucap Robert, seperti dilansir Mirror, 4 April 2015.

Robert membersihkan beberapa kotak awal tahun ini ketika ia menemukan dua buat telur dikemas rapi dan dilindungi oleh sepasang kaus kaki kasmir. “Saya tidak melihat telur-telur itu selama beberapa tahun sejak ibuku meninggal pada tahun 1990. Anehnya telur-telur itu masih dalam kondisi baik setelah 103 tahun” lanjutnya. (jmw-reinha)