30 Mayat Ditemukan Di Camp Perdagangan Manusia Di Thailand

30 Mayat Ditemukan Di Camp Perdagangan Manusia Di Thailand

REINHA.com – Pihak berwajib baru saja menemukan camp perdagangan manusia yang telah ditinggalkan di sebuah hutan di wilayah perbatasan antara Thailand Selatan dengan Malaysia pada hari Jumat, 1 Mei 2015. Camp tersebut telah berubah menjadi kuburan bagi lebih dari 30 orang korban perdagangan manusia yang terkena penyakit dan kelaparan.

Seperti dilansir Phuketwan.com, 1 Mei 2015, penemuan camp tersebut berawal dari laporan sejumlah korban yang berhasil melarikan diri dari camp tersebut. Mereka mengatakan bahwa di lokasi tersebut mereka mengalami penganiayaan, pemerkosaan, wabah penyakit hingga kelaparan.

Sathit Kamsuwan, dari layanan pertolongan kota Maikom Sadao, mengatakan bahwa, sekitar 200 orang tentara, polisi dan tim penyelamat telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Untuk mencapai lokasi harus dengan mendaki selama 50 menit ke atas bukit di dalam hutan.

30 Mayat Ditemukan Di Camp Perdagangan Manusia Di Thailand

Sekitar 32 mayat ditemukan di dalam camp hutan yang dikelilingi batang-batang bambu. Sebagian korban yang mati diduga merupakan warga muslim Rohingya yang berasal dari Myanmar. Mereka meninggal karena wabah penyakit atau mati kelaparan karena ditinggalkan begitu saja oleh penculik yang menunggu pembayaran uang tebusan sebelum mereka diselundupkan ke Malaysia.

Di antara mayat-mayat yang telah membusuk, petugas juga menemukan satu orang korban yang berhasil bertahan hidup di camp tersebut, seorang pria asal Bangladesh. Otot-ototnya telah melemah sehingga ia tidak bisa melarikan diri dari camp, tim penyelamat telah membawanya ke rumah sakit untuk perawatan.

Selama bertahun-tahun, perdagangan manusia dari Rohingya dan Bangladesh telah dilakukan melalui Thailand. Baru-baru ini, skala perdagangan manusia semakin besar. Pusat camp penahanan korban perdagangan manusia diduga berada di lautan, setelah belakangan ini puluhan mayat ditemukan di laut. (rsn-reinha)