Keberadaan Emoji Membunuh Peran Alphabet?

Keberadaan Emoji Membunuh Peran Alphabet?

REINHA.com – Emoji merupakan karakter gambar yang mewakili ekspresi seseorang dalam berinteraksi lewat pesan singkat, chat atau pesan-pesan lain di media sosial. Pertama kali diperkenalkan di Jepang, kini keberadaan emoji atau emoticon sudah sangat meluas ke seluruh penjuru dunia. Bahkan keberadaan emoji dianggap telah membunuh peran dari alphabet.

Seperti dilansir Dailymail, 6 Mei 2015, kini terdapat lebih dari 800 emoji yang dipakai oleh jutaan pengguna aplikasi mobile dan media sosial setiap harinya. Setiap emoji memiliki makna yang berbeda yang akrab dengan kehidupan sehari-hari dan dalam beberapa kasus, telah menjadi apa yang disebut ‘gaul’ bagi para pengguna media sosial.

Keberadaan Emoji Membunuh Peran Alphabet?

Menurut penelitian dari salah satu media sosial terpopuler di dunia, Instagram, hampir 40% dari posting atau komentar teks pada media sosial mengandung emoji. Pekan lalu saja, sejumlah aplikasi diperbaharui sehingga penggunanya dapay menggunakan emoji tunggal atau beberapa emoji dengan dikombinasian teks, komentar, atau keterangan gambar.

Sejumlah peneliti yang merupakan insinyur perangkat lunak dari tim data Instagram, mengaku seringkali ditanya tentang arti dari emoji. Menurut mereka, secara intuitif emoji memiliki arti yang sama dengan kata-kata atau kalimat, seperti ‘OMG’ yang merupakan singkatan dari ‘Oh My God’ telah digantikan dengan emoji ‘wajah berteriak ketakutan, atau kalimat ‘aku mencintaimu’ digantikan dengan emoji ‘wajah dengan bibir mencium dengan gambar hati’, dan banyak lagi.

Kesimpulannya, para peneliti menemukan bahwa keberadaan emoji kini telah menggantikan peran alphabet dalam berkomunikasi. Bahkan dalam upaya untuk mengkategorikan dan mengartikan setiap emoji, kini tersedia Emojipedia yang berisi daftar arti umum emoji. (rsn-reinha)