Korban Selamat Gempa Nepal Menjadi Target Perdagangan Manusia

Korban Selamat Gempa Nepal Menjadi Target Perdagangan Manusia

REINHA.com – Para korban yang selamat dari bencana gempa di Nepal, kini terancam menjadi target perdagangan manusia atau human trafficking. Jaringan perdagangan manusia itu mengincar masyarakat miskin di wilayah pedesaan Nepal dengan alasan ingin memberikan bantuan berupa tempat tinggal yang layak.

Gempa berkekuatan 7,9 skala richter yang menewaskan lebih dari 7.000 orang itu telah membuat ratusan ribu orang kehilangan rumah dan harta benda mereka. Gadis-gadis dan perempuan muda di wilayah pedesaan di Nepal telah lama menjadi target pelaku perdagangan manusia untuk dijadikan pekerja seks.

“Ini adalah waktu yang tepat bagi para broker untuk menculik atau memikat para wanita atas nama bantuan. Kami mendapatkan laporan bahwa mereka berpura-pura menjadi tim penyelamat dan mendatangi para korban gempa” ucap Sunita Danuwar, direktur sebuah LSM Shakti Samuha di Kathmandu, seperti dilansir Guardian, 5 Mei 2015.

“Bencana gempa bumi pasti akan meningkatkan risiko penyalahgunaan. Orang-orang di sini sekarang sedang putus asa, mereka akan mengambil kesempatan apapun. Ada yang melaporkan bahwa di desa-desa, para broker melakukan kesepakatan dengan anggota keluarga. Kami tahu siapa mereka” lanjut Sunita.

PBB dan LSM lokal memperkirakan sebanyak 12.000 hingga 15.000 perempuan muda diperdagangkan di Nepal. Mereka dijual ke luar negeri, seperti ke Korea Selatan dan Afrika Selatan. Namun sebagian besar dari mereka berakhir di rumah bordil di India, tempat di mana puluhan ribu pekerja seks bekerja dalam kondisi yang mengerikan. (rsn-reinha)