Meski Tidak Punya Mata, Penderita Sindrom Ini Masih Dapat Melihat

Meski Tidak Punya Mata, Penderita Sindrom Ini Dapat Melihat

REINHA.com – Dunia medis masih belum mendapat jawaban dari apa yang menyebabkan terjadinya Sindrom Phantom Eye. Sindrom aneh ini menyerang sejumlah pasien yang bola matanya diangkat karena menderita kanker. Penderita sindrom ini mengaku masih dapat melihat meski sudah tidak mempunyai mata.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Liverpool, Inggris, mengungkapkan adanya sindrom aneh yang menyerang para pasien kanker. Para ilmuwan meneliti 179 pasien yang matanya diangkat akibat jenis kanker yang disebut melanoma intraokular.

Peneliti menilai 179 pasien yang memiliki mata dihapus sebagai akibat dari jenis kanker yang disebut melanoma intraokular. Mereka menemukan bahwa lebih dari sepertiga pasien mengalami gejala phantom eye setiap hari. Pasien mengaku masih dapat melihat meski sudah tidak mempunyai mata.

Seorang pasien wanita berusia 70 tahun, mengatakan bahwa pernah suatu hari ia terbangun dan melihat seorang pria tidak dikenal berdiri di samping tempat tidurnya. Sementara seorang pasien pria berusia 52 tahun mengatakan bahwa ia merasa seolah-olah berenang di bawah air, namun apa yang dilihatnya tidak berwarna. Beberapa pasien bahkan mengatakan bahwa ia benar-benar melihat apa yang terjadi di sekitarnya.

Dalam kebanyakan kasus, gejala berakhir secara spontan, tetapi beberapa pasien mengatakan mereka harus melakukan sesuatu yang fisik, seperti berkedip atau menyibukkan diri dengan aktivitas lain.

Fenomena ini biasanya dimulai beberapa minggu setelah bola mata pasien dihapus. Sebagian juga dibarengi dengan rasa sakit di area mata. Para peneliti menduga itu terjadi karena adanya kecemasan dan depresi pada pasien, namun mereka belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi. (rsn-reinha)