PBB Serukan Masyarakat Dunia Untuk Bantu Migran Rohingya

PBB Serukan Masyarakat Dunia Untuk Bantu Migran Rohingya

REINHA.com – PBB terus menyerukan kepada masyarakat dunia untuk membantu migran Rohingya melarikan diri dari Myanmar. Hingga kini lebih dari 3.000 orang yang terdiri dari migran Rohingya dan migran Bangladesh telah mendarat di pantai Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Seperti dilansir Radiovaticana, 23 Mei 2015, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan bahwa, ada lebih dari 2.000 orang yang terdampar di Teluk Benggala, di lepas pantai Bangladesh. Lainnya, sekitar 1.500 migran diyakini masih terjebak di laut.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, dilaporkan telah membahas kebutuhan atas bantuan darurat untuk para migran yang semakin bertambah dengan para pemimpin regional di Myanmar, Malaysia dan Thailand. Ban Ki-moon juga meminta para pemimpin negara untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, serta mendiskusikan tentang pemukiman untuk para migran.

Meskipun ada laporan penganiayaan yang dilakukan oleh masyarakat Myanmar kepada kaum minoritas Rohingya, pemerintah Myanmar menolak untuk mengakui masalah tersebut. Mereka mengatakan bahwa sebagian besar migran datang dari Bangladesh, dan negara telah memberikan kontribusi untuk operasi penyelamatan.

Dalam pertemuan dengan wartawan di Jenewa, juru bicara UNHCR, Adrian Edwards, menekankan bahwa yang harus dilakukan adalah mencari tahu penyebab para migran meninggalkan negara mereka dan menghentikan penyebab itu.

“Kami secara global berada dalam krisis perpindahan besar paksa. Lebih dari 50 juta orang dipindahkan dengan alasan, melarikan diri perang atau melarikan diri dari penganiayaan. Sebuah gejala yang terjadi di laut di Teluk Mediterania Aedan dan juga terjadi di Asia Tenggara” ucap Adrian.

Juru bicara UNHCR juga menekankan bahwa negara-negara harus bekerja sama dalam menemukan solusi jangka panjang yang akan membendung penyebab mereka yang memilih untuk melarikan diri atau membayar penyelundup. Mereka seringkali harus mempertaruhkan nyawa mereka dalam mencari kehidupan yang lebih baik. (rsn-reinha)