Setelah Gempa Nepal, Gunung Everest Tetap Dibuka Untuk Pendaki

Setelah Gempa Nepal, Gunung Everest Tetap Dibuka Untuk Pendaki

REINHA.com – Gempa terparah yang terjadi di Nepal dalam 80 tahun terakhir, hingga kini telah menewaskan lebih dari 7.200 orang, termasuk di antaranya 18 orang pendaki di Gunung Everest. Namun hal ini tidak membuat Gunung Everest ditutup untuk pendakian.

Seperti dilansir Reuters, 4 Mei 2015, longsoran gunung yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 7,9 skala richter yang menerjang Nepal pada 25 April 2015 lalu, telah menghancurkan sebagian besar rute pendakian menuju puncak Gunung Everest. Walaupun begitu, seorang pejabat senior dari departemen pariwisata Nepal, mengatakan bahwa Gunung Everest tetap terbuka untuk para pendaki.

“Pemerintah tidak akan secara resmi mengumumkan penutupan karena kami telah memberikan izin untuk para pendaki. Jalur pendakian masih rusak dan tidak dapat digunakan dalam waktu dekat, karena itu keputusan untuk mendaki terserah para pendaki dan penyelenggara” ucap Tulsi Prasad Gautam, dari departemen pariwisata Nepal.

Bagi negara ini, Gunung Everest merupakan obyek wisata utama yang menghasilkan pendapatan negara tertinggi dibandingkan obyek wisata lainnya yang terdapat di Nepal. Pendaki membayar masing-masing $ 11.000 untuk mendaki Gunung Everest, dan sudah ada sebanyak 357 pendaki yang terdaftar untuk musim pendakian ini. (rsn-reinha)