Kakek Asal China Jadi Jihadis Tertua Di ISIS

Kakek Asal China Jadi Jihadis Tertua Di ISIS

REINHA.com – Muhammad Amin, seorang kakek berusia 80 tahun, diyakini sebagai jihadis tertua di kelompok teroris ISIS. Kakek asal China ini, pergi meninggalkan negara asalnya dengan membawa keluarganya, kemudian bergabung untuk berjuang bersama kelompok teroris ISIS yang berada di Suriah.

Seperti dilansir Dailymail, 3 Juni 2015, dalam sebuah video propaganda yang baru-baru ini dirilis oleh ISIS, Muhammad Amin mengatakan bahwa ia dan keluarganya yang terdiri dari istri, putri, dan empat orang cucu, meninggalkan negara asalnya setelah melihat video yang merekam saat salah satu putranya terbunuh di Suriah.

Amin merupakan anggota dari kaum minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, barat laut China, sebuah wilayah otonom yang dulu dikenal dengan nama Turkestan. Amin mengaku bahwa selama 60 tahun kaumnya telah ditindas oleh orang-orang China.

“Saya melakukan hijrah bersama istri, anak dan cucu-cucu saya. Saya datang ke Negara Islam dan pergi ke kamp pelatihan meskipun saya sudah tua. Saya mengikuti pelatihan, saya merangkak, berlari dan berguling. Saya melakukan hampir semua yang dilatih dengan baik. Saya telah meminta izin untuk ikut dalam pertempuran, namun saya belum mendapatkan izin” ucap Amin, dalam video propaganda tersebut.

Dalam video tersebut juga, salah satu cucu Amin yang baru berusia 10 tahun mengatakan, “China kafir, kami sedang mempersiapkan diri di tanah khalifah, dan kami akan datang kembali untuk menaikkan bendera kami di Turkestan atas izin Allah”

Anthony Glees, direktur Pusat Keamanan dan Intelijen Studi di University of Buckingham, mengatakan video tersebut sepertinya merupakan propaganda yang ditujukan untuk orang-orang Muslim Uighur. Ini merupakan seruan kepada umat Muslim di mana-mana, agar mereka bergabung dengan ISIS. (rsn-reinha)