Memelihara Kucing Tingkatkan Risiko Schizophrenia

Memelihara Kucing Tingkatkan Risiko Schizophrenia

REINHA.com – Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit sebagian besar manusia di muka bumi ini. Namun kini para pemilik kucing harus mempertimbangkan agar tidak terlalu dekat dengan mereka. Karena penelitian terbaru menunjukkan kaitan erat antara kucing dengan Schizophrenia.

Seperti dilansir Dailymail, 12 Juni 2015, baru-baru ini para peneliti telah menemukan hasil penemuan yang sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, begitu banyak orang yang menyukai hewan yang lucu dan menggemaskan ini. Para peneliti mengungkapkan bahwa kucing membawa parasit yang memainkan peran dalam perkembangan Schizophrenia.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap orang-orang yang menderita Schizophrenia, dan menemukan bahwa lebih dari separuh penderita Schizophrenia, sejak kecil telah hidup dan dibesarkan bersama dengan kucing peliharaan di sekitar mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa kucing dapat membawa parasit toxoplasma gondii (T. gondii), dan kucing dapat menularkannya ke manusia. T. gondii, dipercaya memiliki peran penting dalam menyebabkan seseorang terserang masalah kejiwaan, terutama Schizophrenia.

“T. gondii masuk ke dalam otak seorang anak dan membentuk kista mikroskopis. Kista tersebut akan aktif di masa remaja dan menyebabkan penyakit dengan mempengaruhi neurotransmitter. Namun jika system kekebalan tubuh seseorang sehat, maka mereka akan terjaga dari parasit tersebut” ucap Dr Edwin Torrey, dari Stanley Medical Research Institute.

Selain menyebabkan masalah kejiwaan, T. gondii juga dapat menyebabkan keguguran, gangguan perkembangan janin, kebutaan dan bahkan kematian. Karena itu para peneliti menyarankan untuk menjaga kucing tetap berada di area dalam rumah, karena mereka bisa mendapat parasit tersebut dari kucing tetangga. (rsn-reinha)