4 Ekor Lumba-lumba Nyaris Buta Di Resort Bali

4 Ekor Lumba-lumba Nyaris Buta Di Resort Bali

REINHA.com – Sebuah Resort di Bali menawarkan obyek wisata yang sangat menarik bagi para pengunjungnya. Wake Bali Dolphins, menghadirkan empat ekor lumba-lumba di sebuah kolam renang kecil. Namun yang mengejutkan, keempat lumba-lumba itu hidup dengan kondisi yang mengerikan, mereka nyaris buta akibat kandungan klorin di air kolam.

Wake Bali Dolphins terletak di sebuah Resort di Pantai Keramas, Bali, Indonesia. Pengunjung tak hanya dapat melihat atraksi lumba-lumba tapi juga dapat berinteraksi langsung, berenang bersama atau menciumi wajah mereka. Keempat lumba-lumba tersebut tinggal di dalam kolam berklorin seukuran 10 meter.

Jika bagi pengelola Resort dan pengunjung, atraksi lumba-lumba ini sangat menarik dan dapat menghasilkan banyak uang, namun tidak bagi sejumlah orang dan organisasi yang melihat itu sebagai penyiksaan yang mengerikan. Bagaimana tidak, lumba-lumba tersebut jauh dari habitatnya dan dengan kondisi yang tidak sehat.

4 Ekor Lumba-lumba Nyaris Buta Di Resort Bali

Craig Brokensha, seorang peselancar asal Sydney, menemukan obyek wisata yang mengejutkan itu ketika ia sedang berlibur di Bali. Ia melihat lumba-lumba tersebut beratraksi saat ia sedang berselancar tak jauh dari lokasi Wake Bali Dolphins. Ia kemudian memulai petisi melalui Change.org untuk menutup obyek wisata Wake Bali Dolphins tersebut.

“Sejak awal pembukaan pada Juli tahun lalu, Wake Bali Dolphins sudah menuai protes, namun obyek wisata tersebut tetap dibuka. Petisi ini adalah permintaan kepada pihak pengelola untuk mengembalikan lumba-lumba itu ke tempat di mana mereka seharusnya berada” ucap Craig, seperti dilansir Dailymail, 5 Juli 2015.

Craig mengatakan bahwa dua tahun yang lalu, obyek wisata lumba-lumba tersebut telah ditutup oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Dan ia berjanji akan menutup situs-situs atraksi lumba-lumba lainnya. Namun entah bagaimana Wake Bali Dolphins kembali beroperasi.

Kepada media Herald Sun, pihak Wake Bali Dolphins mengomentari petisi yang dibuat oleh Craig. Mereka mengatakan bahwa obyek wisata itu telah disetujui oleh pemerintah dan kolam renang itu sudah diperiksa kelayakannya oleh pihak yang berwenang. (rsn-reinha)