Bayi Ini Terlahir Dengan Otak Sehalus Telur

Bayi Ini Terlahir Dengan Otak Sehalus Telur

REINHA.com – Owen James DiCandilo, seorang balita yang kini berusia 18 bulan, terlahir dengan kondisi otak yang sangat langka. Dokter mengatakan bahwa Owen memiliki otak sehalus telur, sehingga kelak ia tidak akan pernah bisa mendengar, berbicara, berjalan, atau bahkan menunjukkan emosi wajahnya.

Seperti dilansir Dailymail, 9 Juli 2015, putra dari pasangan Taryn dan Vincent DiCandilo asal Australia Barat itu, didiagnosa dengan kondisi yang disebut Lissencephaly, kondisi yang sangat langka yang hanya mempengaruhi tidak lebih dari selusin orang di Australia Barat.

Awalnya Taryn dan Vincent merasa bayi mereka baik-baik saja, masa hamil hingga melahirkan dijalani dengan normal. Namun Taryn melihat ada yang tidak beres dengan Owen, dia sangat mudah marah. Di usia 3 bulan Taryn dan Vincent kemudian membawa Owen ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi Owen secara lengkap.

Setelah pemeriksaan MRI dan EEG, dokter menemukan masalah besar di otak Owen. Normalnya, otak memiliki lipatan dan lekukan pada bagian luar, namun otak Owen tampak halus seperti telur. Malformasi ini memiliki dampak buruk terhadap kemampuan gerak dan komunikasinya.

Owen akan menjadi tunanetra, tunadaksa, memiliki spastic cerebral palsy, kemungkinan epilepsi, dan keterlambatan perkembangan. Bahkan dokter mengatakan bahwa harapan hidupnya hanya selama 10 tahun. “Jika Anda membaca tentang kondisi ini, Anda akan sulit menemukan sesuatu yang menawarkan banyak harapan” ucap Taryn.

Namun Taryn dan Vincent tidak kehilangan harapan, mereka mencoba mencari pengobatan untuk Owen. Pasangan ini akhirnya menemukan terapi yang menjanjikan setidaknya dapat memperpanjang harapan hidup Owen. Dengan menjalani terapi tersebut, kini di usianya yang ke 18 bulan, Owen sudah dapat tersenyum. (rsn-reinha)