Ingin Mempercantik Alis, Wanita Ini Alami Luka Permanen

Ingin Mempercantik Alis, Wanita Ini Alami Luka Permanen

REINHA.com – Bukan hal yang aneh jika para wanita ingin memiliki penampilan yang cantik dan sempurna. Namun resikonya terkadang malah bisa sangat mengerikan, seperti yang terjadi pada wanita ini. Polly Smith, 19 tahun, ingin memiliki alis yang tebal dan indah namun ia malah harus mengalami luka permanen.

Polly memutuskan untuk pergi ke klinik kecantikan guna mencukur, menyulam, serta mewarnai alis dengan harga 35 poundsterling yang setara 54 dollar AS atau sekitar Rp 719.000. Beberapa jam setelah perawatan alis, Smith merasakan kulit di sekitar alis memerah dan terasa gatal.

Namun, dia tidak terlalu panik karena berpikir kondisi itu hanya efek samping umun. Namun, esok pagi, dia terkejut saat mendapati kedua matanya bengkak hingga dia tidak bisa membuka mata sama sekali. Infeksi membuat keadaan bertambah buruk. Kedua alisnya berubah menguning dan berkeropeng.

“Sangat mengerikan. Satu hari saya baik-baik saja dan bisa tertawa, namun kemudian saya berurai air mata karenanya,” ujar Smith.

Para dokter mendiagnosa kondisi yang dialami Smith ini sebagai alergi tingkat akut karena zat pewarnaan. Tidak hanya itu, tim dokter juga mendiagnosa Smith akan mengalami luka permanen. Para dokter pun memberikannya obat berupa campuran antibiotik, steroid, dan antihistamin. Obat-obat tersebut akhirnya membuat alis Smith berguguran alias rontok.

Smith yang berprofesi sebagai seorang penari, membutuhkan penampilan maksimal untuk menjalankan pekerjaannya. Namun, kondisi alisnya ini sudah pasti jadi penghambat. “Menjadi seorang penari, apabila wajah saya berubah maka akan berpengaruh ketika saya mengikuti audisi,” imbuh Smith.

Dalam proses pewarnaan rambut, lazim dilakukan sebuah tes atau patch test pada bagian tubuh tertentu, biasanya pada kulit di area belakang telinga untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap zat pewarnaan sebelum dilakukan pewarnaan secara menyeluruh. Nah, apabila tubuh bereaksi dengan menimbulkan efek gatal atau kemerahan, sebaiknya proses pewarnaan tidak usah dilakukan.

Smith mengaku melakukan tes tersebut dua hari sebelum pergi ke salon dan reaksi tubuhnya baik-baik saja. “Saya menjalani perawatan untuk memperoleh alis yang bagus dan sekarang bentuknya tidak karuan. Saya amat kecewa,” ungkap Smith. (kmp/rsn-reinha)