Pengujian Senjata Korut Gunakan Penyandang Cacat?

Pengujian Senjata Korut Gunakan Penyandang Cacat?

REINHA.com – Berita yang sangat mengejutkan datang dari pemerintahan Korea Utara yang saat ini dipimpin oleh Kim Jong Un. Seorang ilmuwan yang melarikan diri dari Korea Utara, telah membeberkan bagaimana tirani Kim Jong Un melakukan tindakan yang keji dalam pengujian senjata.

Seperti dilansir Dailystar, 5 Juli 2015, ilmuwan yang hanya dikenal sebagai Mr. Lee, telah membelot dari pemerintahan Korea Utara yang telah mempekerjakannya. Ia melarikan diri ke Finlandia dan mengungkapkan apa yang dilihatnya kepada parlemen Eropa.

Mr. Lee mengklaim bahwa Kim Jong Un melakukan pengujian senjata kimia mematikan pada anak-anak penyandang cacat. Saat ini saja, mereka sedang menguji racun seperti antrax kepada manusia yang tidak bersalah, dan mereka adalah anak-anak penyandang cacat.

Kini klaim mengejutkan Mr. Lee sedang diproses oleh parlemen Eropa, dan ia dituntut untuk memberikan bukti-bukti terkait klaimnya tersebut. Jika Mr. Lee terbukti benar maka akan ada tindakan yang harus diambil terhadap kediktatoran Kim Jong Un.

“Jika dapat diverifikasi bahwa percobaan tersebut benar terjadi, maka itu merupakan tindakan yang melanggar hukum kemanusiaan internasional” ucap Daniel Pinkston, dari The International Crisis Group di Seoul.

Sebuah kelompok hak asasi manusia yang mendukung Mr. Lee mengatakan bahwa Mr. Lee melarikan diri dari kediktatoran Korut karena ia ‘merasa skeptis dengan penelitiannya’.

Mr. Lee bukanlah pembelot pertama yang mengatakan bahwa pengujian senjata Korut menggunakan manusia. Sebelumnya, pembelot Im Cheon Yong juga mengklaim hal yang sama. (rsn-reinha)