WHO: 10.000 Organ Dijual Secara Ilegal Setiap Tahun

WHO: 10.000 Organ Dijual Secara Ilegal Setiap Tahun

REINHA.com – World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa ada sekitar 10.000 perdagangan organ ilegal setiap tahun di seluruh dunia. Hal ini didorong oleh populasi yang menua dan melonjaknya kasus-kasus penyakit seperti diabetes, yang dapat menyebabkan gagal ginjal.

Perdagangan organ secara ilegal telah menjadi jenis perdagangan global dengan omset hingga 1 milliar poundsterling atau sekitar 20 triliun rupiah setiap tahunnya. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat semakin tinggi permintaan akan organ ilegal.

Donasi organ melibatkan mengambil organ dari yang masih hidup atau baru yang meninggal, dan ada penyalur yang menawarkan kepada orang-orang yang membutuhkan transplantasi. Organ-organ seperti jantung atau paru-paru hanya dapat ditransplantasikan setelah seseorang meninggal.

Tapi organ yang paling sering diperdagangkan adalah ginjal. Manusia dilahirkan dengan dua ginjal dan pendonor dapat hidup normal dengan satu ginjal yang tersisa mereka. 75% jenis organ yang diperdagangkan merupakan organ ginjal.

Seperti dilansir Mirror, 19 Juli 2015, menurut penyelidikan WHO, orang yang menjual ginjal secara ilegal biasanya mendapatkan kurang dari 2.000 poundsterling atau sekitar 40 juta rupiah, dengan mempertaruhkan sisa hidup mereka dengan memiliki hanya satu ginjal, dan tak jarang pendonor meninggal akibat infeksi dari operasi yang tidak sesuai standar.

Sedangkan penyalur organ ilegal tersebut, diperkirakan bisa mendapat bayaran dari keluarga pasien hingga 130.000 poundsterling atau sekitar 2,6 miliar rupiah untuk satu organ. Keuntungan yang sangat tinggi didapatkan oleh penyalur organ ilegal.

Menurut data WHO, di Inggris, lebih dari 10.000 orang yang membutuhkan beberapa bentuk transplantasi organ yang bisa menyelamatkan atau memperbaiki kehidupan mereka. Dari jumlah tersebut, 1.000 orang akan mati saat masih menunggu, karena saat ini tidak ada cukup organ yang tersedia. (rsn-reinha)