Elang Langka Ditembak Mati 2 Bulan Setelah Dibebaskan

Elang Langka Ditembak Mati 2 Bulan Setelah Dibebaskan

REINHA.com – Philippine Eagle Centre telah melepaskan seekor elang langka ke alam bebas demi melestarikan habitat elang yang sudah terancam punah tersebut. Namun bukannya membawa dampak baik seperti yang diharapkan, elang itu malah menjadi korban perburuan liar. Hanya 2 bulan setelah dibebaskan, elang itu ditemukan mati dengan luka tembak.

Elang yang diberi nama Pamana telah dirawat oleh Philippine Eagle Centre, yayasan konservasi alam yang berbasis di Filipina. Pamana ditemukan 3 tahun yang lalu, saat itu jatuh dari langit karena menjadi korban penembakan dari pemburu liar. Pamana kemudian dirawat hingga benar-benar pulih dari lukanya.

Pada peringatan hari kemerdekaan Filipina 12 Juni lalu, pengurus Philippine Eagle Centre memutuskan untuk membebaskan Pamana agar ia bisa kembali ke habitatnya di alam liar. Namun sayangnya, ia kembali menjadi korban perburuan liar, dan kali ini nyawanya tidak dapat diselamatkan. Panama ditemukan tewas dengan luka tembak di dadanya, di dekat Gunung Hamiguitan, Davao Oriental, Filipina.

“Pamana, seperti namanya, sekarang tinggal kenangan. Membutuhkan dukungan untuk penegakan hukum yang lebih kuat dalam melindungi satwa liar seperti elang langka ini. Kegagalan melindungi elang ini sangat memalukan, pelaku seharusnya dicambuk di depan umum sebagai peringatan untuk pemburu lain.” tulis pengurus Philippine Eagle Centre di akun Facebooknya, seperti dilansir Sky News, 19 Agustus 2015.

Spesies Elang Filipina adalah salah satu yang terbesar dan paling kuat di dunia dan memiliki lebar sayap hingga 2,2 meter. Spesies ini kini dalam status “kritis terancam punah”, menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam tercatat hanya ada 400 pasang yang tersisa. (rsn-reinha)