Wanita Ini Alergi Terhadap Perasaannya Sendiri

Wanita Ini Alergi Terhadap Perasaannya Sendiri

REINHA.com – Bahagia, sedih, gembira, dan marah, merupakan perasaan yang kehadirannya tiba-tiba dan tidak dapat direncanakan. Namun wanita muda ini terpaksa harus berusaha merencanakan perasaannya sendiri, karena ia menderita kelainan langka yang membuat nyawanya terancam jika ia mengalami emosi yang kuat.

Chloe Print-Lambert, 20 tahun, menderita reaksi alergi yang dapat mematikan. Reaksi alergi yang dideritanya berupa ruam kulit, pembengkakan, peningkatan denyut jantung, kejang-kejang, kesulitan bernafas hingga yang terburuk dapat mengakibatkan kematian.

Chloe alergi terhadap beberapa hal, perhiasan yang ia pakai, obat-obatan, perubahan suhu, bahkan yang terparah ia alergi terhadap perasaannya sendiri. Ia bahkan tidak tahu alergi apa lagi yang mungkin besok akan dideritanya. Hal ini menyebabkan ia harus tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan apapun.

Hanya dalam beberapa tahun, Chloe yang tadinya merupakan gadis remaja yang aktif dan ceria harus duduk di kursi roda dan masuk ke rumah sakit hingga 20 kali dalam satu bulan. “Pernah saat itu aku berada di rumah sakit selama berminggu-minggu, kemudian keluarga besarku datang menjenguk. Aku merasa sangat gembira dan menyambut kedatangan mereka, lalu tiba-tiba aku kejang-kejang dan tak sadarkan diri” kenang Chloe.

Wanita asal Warwickshire, Inggris, ini didiagnosis menderita gangguan mastositosis. Mastositosis adalah kondisi langka yang disebabkan oleh kelebihan jumlah sel mast yang berkumpul di jaringan tubuh. Sel mast diproduksi di sumsum tulang dan merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi.

Ketika sel-sel mast mendeteksi alergen (zat yang memicu reaksi alergi), mereka melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah. Histamin membuat pembuluh darah mengembang dan kulit di sekitarnya gatal dan bengkak. Sel mast kadang-kadang kesalahan zat berbahaya untuk infeksi kuman, dan memicu proses pembengkakan (inflamasi). Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak dan gatal, dan juga dapat membuat penumpukan lendir di saluran udara.

Orang dengan mastositosis memiliki peningkatan risiko memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa. Hal ini dikenal sebagai anafilaksis. Peningkatan risiko anafilaksis adalah karena jumlah abnormal tinggi dari sel mast dan potensi mereka untuk melepaskan sejumlah besar histamin ke dalam darah. (rsn-reinha)