6 Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Diet Karbohidrat

6 Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Diet Karbohidrat

REINHA.com – Mengurangi asupan karbohidrat sudah banyak diyakini oleh para penggiat gaya hidup sehat, sebagai cara untuk mengurangi berat badan dan membuat tubuh lebih sehat. Namun apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika seseorang mengurangi konsumsi karbohidrat?

Karbohidrat sederhana seperti yang dapat ditemukan di dalam biskuit, permen dan kripik, memang sangat digemari banyak orang di dunia ini. Makanan-makanan itu mudah didapat dan enak, tapi semua orang tahu makanan-makanan itu buruk bagi kesehatan. Tak jarang seseorang menyesal setelah tak henti mengunyah camilan-camilan tersebut.

Menurut sejumlah penelitian, karbohidrat sederhana memberikan efek ‘kecanduan’ bagi semua orang. Itulah mengapa rasanya sangat sulit untuk menghindari makanan-makanan tidak sehat tersebut, sekalipun kita semua tahu makanan itu hanya akan merusak tubuh kita, menambah berat badan dan membuat kita sakit.

Bayangkan saja, di dalam satu keping cookies coklat memiliki kandungan karbohidrat setara dengan semangkuk oatmeal. Jika semangkuk oatmel cukup untuk mengganjal perut yang lapar, sebaliknya satu bungkus cookies tidak akan membuat kita kenyang.

Menurut sebuah situs yang mempromosikan gaya hidup sehat, Eat This, Not That!, ada enam hal yang pasti akan terjadi pada tubuh kita, jika kita mengurangi atau bahkan meniadakan asupan karbohidrat, terutama jenis karbohidrat sederhana. Apa saja enam hal tersebut?

Kurang Karbohidrat, Tubuh Akan Membakar Lemak

Mengurangi asupan karbohidrat secara otomatis mengurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap hari. Hal ini akan memaksa tubuh Anda untuk membakar lemak yang tersimpan di tubuh menjadi energi.

Kurang Karbohidrat, Tidak Cepat Lapar

Bukan jumlah kalori yang memuaskan rasa lapar seseorang, melainkan nutrisi seperti serat, protein dan lemak sehat. Sayangnya karbohidrat sederhana, terutama yang telah melewati proses olahan, tidak memiliki cukup kandungan ketiga nutrisi tersebut. Karena itu tidak peduli seberapa banyak yang Anda makan, tubuh akan tetap merasa lapar. Hasilnya, Anda akan menjadi lamban dan terus-menerus mengunyah camilan.

Kurang Karbohidrat, Melangsingkan Perut

Satu hal pertama yang akan terlihat jika Anda mengganti karbohidrat sederhana dengan makanan tinggi serat, adalah perut Anda akan meramping. Alasannya, karena serat membuat mikroba baik di dalam usus semakin berkembang dan menjaga kesehatan usus. Sebaliknya jika Anda banyak mengkonsumsi makanan tinggi gula, mikroba jahat akan mengambil alih, membuat perut kembung dan perut akan terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.

Kurang Karbohidrat, Mengurangi Risiko Diabetes

Karbohidrat yang terbuat dari gula sederhana, cepat atau lambat akan mendatangkan malapetakan di dalam tubuh Anda. Semakin banyak karbohidrat sederhana yang Anda konsumsi, semakin banyak insulin yang diproduksi pankreas, yang akhirnya dapat menyebabkan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Kurang Karbohidrat, Membangun Pertumbuhan Otot

Banyak makanan yang jauh lebih baik dan sehat daripada karbohidat kompleks, bahkan burger, steak, yoghurt dan es krim. Namun sayangnya akibat asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak, tubuh menjadi kekurangan protein dan menghambat pertumbuhan otot. Padahal pertumbuhan otot di tubuh memiliki kontribusi untuk menjaga kesehatan rambut, kuku dan kulit.

Kurang Karbohidrat, Membuat Lebih Berenergi

Tidak semua karbohidrat buruk, tentu saja. Tubuh Anda membutuhkan karbohidrat untuk berfungsi dengan baik, dan mereka sangat penting untuk mendukung kerja otak dan fungsi otot. Ketika karbohidrat sederhana membuat Anda menjadi lamban dan tidak berenergi, sebaliknya karbohidrat komplek akan membuat Anda berenergi. Beralihlah dari karbohidrat sederhana ke karbohidrat kompleks, seperti buah-buahan dan sayuran, roti gandum, oatmeal, beras merah, quinoa dan jenis gandum. (rsn-reinha)