Kondisi Langka, Kulit Wanita Ini Berwarna Merah

Kondisi Langka, Kulit Wanita Ini Berwarna Merah

REINHA.com – Stephanie Turner, 23 tahun, memiliki penampilan yang aneh dan sangat mencolok, seluruh kulitnya berwarna merah seperti kulit yang tersiram air panas. Stephanie terlahir dengan kondisi langka yang menyebabkan kulitnya sangat merah dan mudah terkoyak, kondisi ini disebut dengan Harlequin ichthyosis.

Seperti dilansir Dailymail, 2 September 2015, Harlequin ichthyosis merupakan kelainan langka yang menyebabkan kulit penderita tumbuh tujuh kali lebih cepat dari yang seharusnya. Kulit tampak ketat dan tebal seperti sisik menyerupai baju besi plating atau setelan harlequin yang dipakai badut. (Lihat videonya di sini)

Karena pertumbuhan kulit yang sangat cepat, kulit penderita akan mengeras dan mengelupas secara terus menerus, lalu mengganti kulit baru. Tidak ada bulu yang dapat tumbuh di kulit penderita sehingga ia tidak akan memiliki rambut, alis ataupun bulu-bulu halus di tangan dan kaki. Penderita juga akan sangat rentan dengan serangan kuman.

Sejak dilahirkan, dokter telah mendiagnosis Stephanie dengan kelainan langka ini. Bahkan ia diperkirakan tidak akan bertahan hidup lebih dari satu hari. Namun Stephanie berhasil bertahan hidup dan tumbuh dewasa dengan membawa kelainannya tersebut. Kini Stephanie telah memiliki dua orang anak berusia dua tahun dan empat bulan.

“Jika udara terlalu panas, saya harus tetap tinggal di dalam ruangan. Jika tidak maka saya akan sakit, kulit saya akan bernanah dan terluka. Itu benar-benar mengerikan” ucap wanita asal Arkansas, Amerika Serikat itu.

Stephanie mengatakan bahwa ia berhasil tetap hidup meski dengan kondisi yang sangat mengerikan, berkat rajin mengoleskan lotion di seluruh tubuhnya. Ia mengoleskan lotion setiap saat untuk menjaga agar tidak terkena bakteri dan melumasi kulitnya agar tidak mudah retak.

Bisa dibayangkan bagaimana wanita itu melewati masa kehamilannya dengan kondisi kulit seperti itu. Stephanie mengaku takut saat perutnya membesar selama kehamilan. Ia takut kulitnya merenggang dan rusak parah sehingga mengakibatkan kematian. Namun Stephanie tetap menguatkan tekad untuk memiliki anak. Ia menjadi penderita Harlequin ichthyosis pertama di dunia yang berhasil melahirkan anak. (rsn-reinha)