China Khawatir Pada Dalai Lama Berikutnya

China Khawatir Pada Dalai Lama Berikutnya

REINHA.com – Dalam sesi tanya jawab bersama Christiane Amanpour dari CNN London, Dalai Lama mengungkapkan bahwa pemerintah China mengkhawatirkan akan adanya Dalai Lama berikutnya setelah dia wafat. Dalai Lama dianggap sebagai pemimpin politik yang akan memimpin rakyat Tibet untuk memperjuangkan kemerdekaan dari China.

Menurut Dalai Lama ke 14 ini, pemerintah China lebih mengkhawatirkan ‘institusi’ Dalai Lama daripada orang yang membawa gelar tersebut. Namun Dalai Lama mengaku tidak khawatir sekalipun mungkin ia adalah Dalai Lama terakhir di Tibet.

Seperti dilansir CNN, 7 Oktober 2015, pemerintah China masih menganggap Dalai Lama sebagai seorang pemimpin politik, seperti belasan Dalai Lama sebelumnya yang mengemban tanggung jawab itu selama berabad-abad.

“Saya benar-benar sudah pension dari tanggung jawab politik, tidak hanya saya yang pension, tapi juga tradisi Dalai Lama sebagai pemimpin politik selama empat abad” ucap Dalai Lama dalam sesi tanya jawab bersama Christiane pada tahun 2011.

“Buddhisme ada di Tibet jauh sebelum ada Dalai Lama, dan di masa yang akan datang Buddhisme Tibet akan tetap ada sekalipun tanpa Dalai Lama”

“Saya mempublikasikan, secara resmi, bahwa institusi Dalai Lama akan diteruskan atau tidak, itu tergantung keputusan dari rakyat Tibet”

Christiane berbicara dengan Dalai Lama tak lama sebelum ia dirawat di rumah sakit dan terpaksa membatalkan beberapa kunjungannya di Amerika Serikat. Sekarang ia sudah kembali ke India, dan telah meyakinkan para pengikutnya bahwa dia dalam kondisi yang sangat baik. (rsn-reinha)