6 Makanan Yang Seharusnya Tidak Anda Makan

6 Makanan Yang Seharusnya Tidak Anda Makan

6 Makanan Yang Seharusnya Tidak Anda Makan

REINHA.com – William Marler, bukanlah seorang dokter atau ahli gizi. Ia merupakan seorang pengacara yang selama lebih dari 20 tahun menangani kasus hukum tentang keracunanan. Berdasarkan kasus-kasus yang ditanganinya itu, ia menyimpulkan bahwa ada 6 jenis makanan yang selama ini Anda konsumsi namun seharusnya tidak Anda konsumsi.

William merupakan seorang managing partner dari Marler Clark, yang menyebut firma yang dikelolanya sebagai “firma hukum keamanan pangan”. William mewakili korban wabah penyakit yang disebabkan oleh makanan dan mengajukan tindakan hukum terhadap beberapa perusahaan makanan besar di dunia.

Seperti dilansir Mirror, 7 Maret 2016, sejak ia menangani kasus-kasus tersebut ia berhenti mengkonsumsi sejumlah jenis makanan yang ternyata dapat menyebabkan keracunan atau menyebabkan penyakit tertentu. William menyebutkan ada 6 jenis makanan yang tidak seharusnya dimakan, yaitu:

1. Tiram Mentah

William mengatakan bahwa ia telah melihat banyak penyakit bawaan terkait dengan tiram atau kerang dalam lima tahun terakhir, dan penyebabnya adalah tiram itu tidak dimasak dengan matang.

“Tiram merupakan hewan laut penyaring makanan, sehingga mereka mengambil semua yang ada di air. Jika ada bakteri dalam air itu juga akan masuk ke dalam sistem pencernaan mereka” ucap William.

2. Sayur dan buah yang terlalu banyak dipotong dan terlalu lama disimpan

“Sama seperti wabah penyakit, semakan lama bahan makanan disimpan, semakin besar kemungkinan bahan makanan itu tercemar. Karena itu jika saya membeli buah dan sayur mentah, saya tidak langsung mencucinya, atau memotong-motong dalam jumlah kecil. Saya akan memakannya dalam waktu tiga sampai empat hari untuk mengurangi risiko listeria, kuman mematikan yang tumbuh di saat bahan makanan disimpan di kulkas”

3. Kecambah (tauge) mentah

Kecambah (tauge) mentah dan setengah matang telah dikaitkan dengan lebih dari 30 wabah bakteri (kebanyakan dari salmonella dan E. coli) di AS sejak pertengahan 1990-an. Seperti di tahun 2014, salmonella dari tauge mengirim 19 orang ke rumah sakit.

Semua jenis kecambah, termasuk alfalfa, kacang hijau, semanggi dan kecambah lobak, dapat menyebarkan infeksi, yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri dari benih mereka.

“Kecambah adalah makanan yang tidak saya makan sama sekali”

4. Daging Setengah Matang

Banyak orang yang menyukai daging steak yang dimasak tidak terlalu matang, namun William menyarankan untuk tidak melakukan itu. “Produk daging perlu dimasak lebih teliti, karena bakteri yang ada di permukaan daging dapat bersembunyi di dalam daging”

William mengatakan bahwa daging perlu dimasak secara menyeluruh selama 160°F untuk menghindari potensi keracunan oleh E. coli, salmonella dan bakteri penyakit lainnya.

5. Telur mentah

Marler mengatakan: “Saya pikir risiko kontaminasi telur jauh lebih rendah hari ini daripada 20 tahun yang lalu untuk salmonella, tapi saya masih memakan telur asal dimasak dengan baik”

6. Susu yang tidak dipasteurisasi

Pasteurisasi susu ternyata sangat berguna bagi kesehatan mereka yang mengkonsumsi susu tersebut. Karena susu yang masih mentah dapat terkontaminasi dengan bakteri, virus dan parasit. William tidak menyarankan untuk meminum susu langsung sesaat setelah baru diperah. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.