Menyentuh, Kisah Kakek Yang Membesarkan 6 Anak Yatim

 

Menyentuh, Kisah Kakek Yang Membesarkan 6 Anak Yatim

Menyentuh, Kisah Kakek Yang Membesarkan 6 Anak Yatim

REINHA.com – Peng Yunsong, 97 tahun, asal China, baru-baru ini menarik perhatian para netizen di China. Kakek ini baru saja merayakan ulang tahunnya bersama enam orang anak yatim yang diadopsi dan dibesarkannya. Kisah Peng yang melajang sepanjang hidupnya namun membuat hidupnya sangat berarti, telah menyentuh sanubari siapapun yang mendengar kisahnya.

Peng tidak pernah menikah dan hidup seorang diri. Namun ia bermimpi untuk membangun keluarga yang besar. Karena itu ketika ia berusia 35 tahun, ia mengadopsi Yan Jingcheng, anak pertamanya yang saat itu berusia 8 tahun. Selama 15 tahun berikutnya, Peng menambah 5 orang anak adopsi: Guo Tingzhong, Zhang Xiuqing, Gao Yubin, Luan Jingtong, dan Liu Yuzheng.

Peng merawat dan membesarkan mereka seorang diri, tanpa bantuan siapapun. Tak hanya membesarkan, Peng juga memberikan mereka pendidikan yang layak. Bagi Peng, pendidikan sangatlah penting untuk masa depan anak-anak angkatnya. Demi mencukupi biaya hidup dan sekolah keluarga kecilnya, Peng rela mencari penghasilan tambahan dengan mengumpulkan barang bekas dan kerja serabutan.

Seperti dilansir Shanghaiist, 23 Maret 2016, mereka berenam berasal dari enam silsilah keluarga yang berbeda dengan enam marga yang berbeda. Namun mereka berenam dirawat oleh ayah yang sama dan tinggal di rumah yang sama. Dan keenam anak ini pun sangat mencintai Peng seperti mencintai ayah kandung mereka sendiri.

“Waktu yang paling bahagia di masa kecil saya adalah ketika kita semua berdiri di muka pintu, menatap jalan, menunggu ayah pulang. Ayah saya selalu mengenakan seragam biru untuk bekerja. Setiap kali kami melihat ada pria berpakaian warna biru berjalan di jalan, kami langsung bersemangat” kenang Gao Yubin, anak keempat.

Menyentuh, Kisah Kakek Yang Membesarkan 6 Anak Yatim

“Ketika tiba saatnya hari raya, ayah sering membawa pulang sesuatu yang istimewa untuk makan malam. Pernah ia membawa pulang dua kue bulan saat perayaan tengah musim gugur, masing-masing dari kami hanya mendapatkan sepotong kecil kue. Tapi itu adalah hal terbaik di dunia dan kami makan dengan perlahan agar kami bisa menikmatinya” lanjut Gao.

Peng menolak siapa pun yang mengatakan mereka akan memperkenalkan seorang wanita untuk dijadikan istri, karena ia ingin fokus merawat dan membesarkan anak-anaknya. “Jika seorang wanita bersedia menikah dengan saya, dia akan menderita. Saya tidak ingin dia menderita dengan saya. Tapi yang paling penting, saya harus membesarkan anak-anak saya” ucap Peng saat ditanya oleh wartawan.

Pengabdian Peng kepada anak-anaknya telah membawanya ke kehidupan yang bahagia. Dia mengatakan bahwa dia tidak menyesal. Semua anak angkatnya kini memiliki kehidupan yang sukses.

Awalnya Peng memutuskan untuk hidup sendiri di rumah setelah semua anak-anaknya membangun keluarga masing-masing, tapi pada tahun 2013, ia akhirnya setuju untuk pindah dan tinggal dengan salah satu anaknya di Harbin.

Hebatnya, pada usia 97 tahun, Peng masih bekerja selama empat jam sehari di sebuah penginapan. Dalam waktu luangnya, ia menggunakan aplikasi WeChat untuk berbicara dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Dan di hari libur Peng akan berkumpul dengan keluarga besarnya. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.