Jerman Larang Migran Berpoligami

Jerman Larang Migran Berpoligami

REINHA.com – Jerman terlalu banyak menampung para migran dari negara-negara konflik, hingga penduduk aslinya seringkali merasa asing saat berada di negeri sendiri. Untuk mengurangi dampak dari masuknya migran, serta dikarenakan beberapa alasan lain, kini pemerintah Jerman melarang migran berpoligami.

Menurut laporan dari Kantor Federal Migrasi dan Pengungsi di Jerman, banyak migran dari negara-negara muslim yang tiba di Jerman dengan membawa lebih dari satu istri. Tak hanya itu, beberapa membawa istri yang usianya masih di bawah umur. Hal ini dianggap melanggar nilai-nilai budaya dan hukum yang berlaku di Jerman.

Poligami merupakan hal yang dilarang di Jerman, termasuk pernikahan paksa dengan anak di bawah umur. Heiko Maas, dari Kantor Federal Migrasi dan Pengungi mengatakan bahwa poligami dan pernikahan paksa tidak bisa ditolerir, apalagi jika melibatkan anak perempuan di bawah umur.

“Semua orang harus mematuhi aturan dan hukum yang berlaku di Jerman, apakah mereka dibesarkan di sini atau orang yang baru datang ke negara ini. Hukum di negara ini berlaku untuk semua orang” ucap Heiko, seperti dilansir Dailymail, 16 Juni 2016.

Kepada media lokal, Heiko mengatakan bahwa jika migran memiliki istri di bawah umur, atau memiliki lebih dari satu istri, maka pihak berwenang akan disiagakan. Pihak berwenang lah yang akan memutuskan apakah keluarga tersebut akan tetap bersama-sama atau tidak. (rsn-reinha)