Berhenti Konsumsi Karbohidrat Selamatkan Hidup Pria Ini

Berhenti Konsumsi Karbohidrat Selamatkan Hidup Pria Ini

Berhenti Konsumsi Karbohidrat Selamatkan Hidup Pria Ini

REINHA.com – Pablo Kelly, 27 tahun, didiagnosa menderita tumor otak pada tahun 2014. Saat itu Dokter mengatakan bahwa hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Namun pria asal Devon, Inggris, ini mampu bertahan hidup hingga sekarang berkat berhenti mengkonsumsi karbohidrat.

Pablo menderita tumor otak terminal glioblastoma multiforme stadium 4. Tumor jenis ini tidak bisa diangkat dengan operasi. Dokter menyarankan Pablo untuk menjalani kemoterapi, namun Pablo menolak dan memilih pengobatan tradisional.

Seperti dilansir Dailymail, 18 Juli 2016, Pablo mengaku mengikuti diet ketogenik, diet yang beberapa tahun belakangan ini disarankan untuk para penderita tumor dan kanker otak. Diet ketogenik merupakan diet tinggi lemak dan sayuran, namun menghilangkan konsumsi karbohidrat.

Pablo mengatakan ia membatasi kalori dan puasa secara teratur, sementara itu satu-satunya sumber karbohidrat berasal dari sayuran hijau. Ia tidak makan makanan olahan, gula halus, umbi-umbian, pati, roti, atau biji-bijian.

Pablo mengkonsumsi banyak lemak, seperti minyak zaitun, mentega dan minyak kelapa, dan mengkonsumsi protein dalam porsi normal seperti daging, ikan dan telur.

Hasilnya, setelah dua tahun kemudian CT Scan menunjukkan bahwa tumor otak Pablo berhenti tumbuh. Pablo mengklaim bahwa diet ini juga yang membuat ia bertahan hidup dengan kondisi bugar hingga sekarang.

Diet ketogenik saat ini digunakan secara eksperimental untuk membantu beberapa pasien kanker otak dewasa untuk mengontrol kejang-kejang mereka. Banyak pasien kanker juga beralih ke diet tinggi buah dan sayuran dalam kepercayaan itu dapat membantu mereka memerangi penyakit.

Diet ini melibatkan pemotongan asupan karbohidrat, hingga yang dikonsumsi tidak lebih dari satu ons sehari. Idenya adalah untuk menjaga karbohidrat cukup rendah sehingga tubuh mulai memproduksi keton sebagai sumber energi alternatif.

Menurut penelitian para ahli medis, keton yang diproduksi tubuh menggantikan glukosa sebagai sumber energi yang dapat digunakan oleh sel-sel yang sehat, tetapi keton tidak dapat digunakan oleh sel-sel kanker. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.