Filosofi Origami, Kesabaran Dan Perjuangan Menjalani Hidup

Filosofi Origami, Kesabaran Dan Perjuangan Menjalani Hidup

Filosofi Origami, Kesabaran Dan Perjuangan Menjalani Hidup
Filosofi Origami, Kesabaran Dan Perjuangan Menjalani Hidup

REINHA.com – Seorang teman mengambil selembar kertas origami di atas mejaku. Ia kemudian duduk di sampingku, matanya lekat memperhatikan bagaimana caraku mengubah kertas polos itu menjadi bintang-bintangan kecil. Aku mengajarinya pelan-pelan, menunjukkan setiap gerakan lipatan demi lipatan.

Sesaat kemudian, bintang-bintangan kecilku terbentuk sempurna, namun miliknya tak berbentuk. Temanku meletakkan hasil karyanya di mejaku, dan meninggalkanku sambil berkata, “Aku tidak berbakat seperti kamu”

Itulah yang selalu terjadi setiap ada orang yang melihatku menghabiskan waktu luang dengan membuat hiasan origami. Mereka akan mengatakan, wah, kreatif banget, berbakat, dan sebagainya. Tapi sebenarnya mereka salah, membuat hiasan origami tidak membutuhkan tangan yang kreatif atau berbakat, yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan perjuangan.

Aku lupa sejak usia berapa aku membuat hiasan origami, tapi tentu saja tidak hanya dengan sekali melipat-lipat lalu aku menghasilkan hiasan origami yang sempurna.

Origami bintang, burung, mawar, kodok, bahkan sekedar perahu kertas, aku menaruh kesabaranku untuk menciptakan mereka dari selembar kertas polos. Gagal, ulangi lagi. Hancur, mulai dari awal lagi. Tidak sempurna, berikutnya buat yang sempurna. Aku menambahkan perjuangan agar kesabaranku berbuah keberhasilan.

Membuat origami sama seperti menjalani kehidupan, tidak membutuhkan kreatifitas dan bakat untuk menjalani kehidupan, yang dibutuhkan adalah kesabaran dan perjuangan. Tanpa kesabaran dan perjuangan ibuku yang telah merawat dan menjagaku, tidak akan ada aku hari ini. Tanpa kesabaran dan perjuangan ayahku yang telah bekerja siang dan malam mencari uang, tidak akan ada aku hari ini.

Juga, tanpa kesabaran dan perjuanganku dalam menjalani setiap fase kehidupan, susah, senang, sedih, bahagia, maka tidak akan ada aku hari ini. Begitu juga kamu, semua orang, dan semua makhluk di alam semesta ini. Kita ini menjalani kehidupan sama halnya seperti membuat origami, tetap sabar, tetap berjuang, kelak kita akan bangga dengan hasilnya.

# Filosofi Origami, Kesabaran Dan Perjuangan Menjalani Hidup (Ressa Novita/reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.