Teknologi AI Kelak Dapat Deteksi Autisme Pada Bayi

REINHA.com – Autisme pada anak umumnya baru diketahui setelah anak menginjak usia balita. Namun dengan teknologi Artificial Inteligence yang sedang dikembangkan, autisme akan dapat dideteksi sejak anak berusia 6 bulan.

Penelitian terbaru yang dipublikasi di jurnal Science Translational Medicine menemukan apa yang para peneliti sebut sebagai ‘pencitraan autisme’. Pencitraan autisme merupakan sebuah pemindaian yang dapat menunjukkan tanda-tanda kondisi otak, suatu saat nanti dapat mendeteksi gejala-gejala autisme pada bayi berusia 6 bulan.

“Semakin kita mengerti tentang otak sebelum gejala autisme muncul, semakin siap kita untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka” ucap penulis senior Joseph Piven, Profesor Psikiatri dari University of North Carolina School of Medicine.

Dengan menggunakan pemetaan ini, Piven dan timnya menciptakan AI yang mampu mempersempit koneksi saraf pusat perkembangan autisme pada anak-anak antara usia 6 bulan dan 2 tahun.

Temuan tersebut kemudian diaplikasikan pada sekitar 59 bayi, satu dari lima bayi memiliki kemungkinan mengembangkan autisme. Menurut para peneliti, mesin AI tersebut berhasil memperkirakan autisme pada 81 persen bayi yang diujicobakan.

Seorang rekan postdoctoral UNC Robert Emerson, yang juga terlibat dalam studi tersebut, mengatakan, “Ketika AI menentukan seorang anak menderita autisme, itu selalu benar. Tapi melewatkan dua anak. Mereka mengembangkan autisme tapi program komputer tidak memprediksi dengan benar, sesuai data yang kami dapatkan pada usia enam bulan”

Emerson menambahkan, “Tidak ada yang pernah melakukan studi semacam ini pada anak usia enam bulan sebelumnya, dan karena itu perlu dilakukan replikasi. Kami berharap dapat segera melakukan studi yang lebih besar dengan peserta studi yang berbeda”

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa sekitar satu dari 68 anak-anak terkena autism. Dengan jumlah empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki. Penyebab autism hingga saat ini belum sepenuhnya dipahami. (rt/rsn-reinha)