Korea Selatan Larang Segala Bentuk Uang Virtual

Korea Selatan Larang Segala Bentuk Uang Virtual

REINHA.com – Regulator keuangan Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat, 29 September 2017, bahwa pihaknya akan menindak keras segala bentuk kriptocurrency. Hal ini berarti pemerintah melarang peredaran uang dalam bentuk virtual.

Komisi Jasa Keuangan Korsel mengatakan bahwa semua jenis penawaran koin awal (initial coin offering / ICO) akan dilarang di Korsel karena perdagangan mata uang virtual perlu dikendalikan dan dipantau secara ketat.

“Peredaran uang melalui ICO tampaknya meningkat secara global, dan penilaian kami adalah bahwa ICO meningkat di Korea Selatan juga” ucap pihak regulator tersebut dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan kementerian keuangan, Bank of Korea dan National Tax Service.

Ditambahkan bahwa “hukuman keras” akan dikeluarkan bagi lembaga keuangan dan pihak-pihak yang terkait dalam penerbitan ICO.

Seoul baru-baru ini memperketat peraturan dan pemantauan mata uang digital, menimbulkan kekhawatiran atas ICO sebagai alat penggalangan dana yang tidak sah yang mungkin melibatkan penipuan finansial.

Pada bulan Juli, Komisi Sekuritas dan Bursa AS memperingatkan bahwa beberapa ICO harus diatur seperti surat berharga lainnya. Pihak berwenang di Singapura dan Kanada telah mengeluarkan peringatan serupa.

Beijing juga telah bergabung menjadi salah satu negara yang melarang perdagangan dan penggunaan semua kriptocurrency, termasuk bitcoin. Setelah Beijing melarang ICO pada awal September, harga bitcoin turun lebih dari 25 persen dari rekor tertinggi sebesar $ 5.000. (rt/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.