Menolak Berdiri Di Belakang Suaminya, Ibu Negara Perancis: Wanita Tidak Harus Di Belakang

Menolak Berdiri Di Belakang Suaminya, Ibu Negara Perancis: Wanita Tidak Harus Di Belakang

Menolak Berdiri Di Belakang Suaminya, Ibu Negara Perancis: Wanita Tidak Harus Di Belakang
Pangeran Albert II dari Monaco mencium tangan Brigitte Macron © Philippe Wojazer / Reuters

REINHA.com – Brigitte Macron ditertawakan secara online setelah menolak mengikuti petunjuk protokol dengan berdiri di belakang suaminya, presiden Perancis Emmanuel Macron, pada acara resmi. Beberapa komentator bahkan mulai memanggilnya sebagai ‘Ratu Perancis’.

Tidak puas dengan perannya di belakang layar, para kritikus percaya bahwa Nyonya Macron melihat dirinya lebih dari seorang ‘Ibu Negara’ atau bukan hanya sebagai istri seorang presiden.

(Baca juga: Alexandre: Dalam 20 Tahun, Perancis Akan Menjadi Libanon)

Wanita yang kini berusia 64 tahun tersebut merupakan guru sekolah menengah Emmanuel. Ketika mereka pertama kali bertemu, Emmanuel Macron masih berusia 15 tahun sementara Brigitte Trogneux adalah seorang guru yang sudah menikah berusia 40 tahun, yang mengajar Macron untuk mata pelajaran drama.

Ditetapkan memasuki istana presiden sebagai Ibu Negara, Brigitte Macron akan terus mengajar suaminya, namun pada tahap yang lebih besar sekarang.

Menjawab ejekan terhadap dirinya yang menolak berdiri dibelakang suaminya, Brigitte mengatakan “Seorang wanita tidak harus berada di belakang,” katanya dalam sebuah wawancara dengan RTL, yang tampaknya mengacu pada kebiasaannya berdiri di samping suaminya pada acara-acara resmi, dan bukan di belakangnya sesuai dengan kebutuhan protokol.

(Baca juga: 1.000 Mobil Terbakar Saat Malam Tahun Baru Di Perancis)

Sikapnya Brigitte telah memprovokasi ejekan secara online dengan beberapa menuduhnya bertindak seperti “Ratu Prancis,” sementara yang lain membandingkannya dengan raja pra-revolusioner Marie Antoinette.

Berbicara kepada Times, kepala staf Brigitte Macron, Tristan Bromet mengatakan bahwa peran  Brigitte Macron didasarkan pada “konsepsi pasangan yang dia bangun dengan Emmanuel Macron: sebuah serikat modern di mana wanita ditempatkan pada tingkat yang sama dengan pria.”

Brigitte adalah tokoh yang luar biasa di Perancis. Dia telah mendapat tepuk tangan untuk meningkatkan popularitas suaminya, dimana penilaian popularitas meningkat secara dramatis dalam beberapa pekan terakhir.

Dia juga memiliki pengikut setia di kalangan wanita seusia dia yang menganggapnya sebagai teladan, dimana dilaporkan Brigitte dibanjiri dengan surat ucapan terima kasih.

Namun, tidak semua orang adalah penggemar. Sebuah petisi selama musim panas untuk menghentikannya sebagai Ibu Negara negara telah mengumpulkan hampir 320.000 tanda tangan.

# Menolak Berdiri Di Belakang Suaminya, Ibu Negara Perancis: Wanita Tidak Harus Di Belakang (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.