Pangkalan Militer Diserang, Rusia Tahu Siapa Dalangnya

Pangkalan Militer Diserang, Rusia Tahu Siapa Dalangnya

Pangkalan Militer Diserang, Rusia Tahu Siapa Dalangnya
Pangkalan Udara Khmeimim Rusia di Provinsi Latakia, Suriah – @ Dmitriy Vinogradov / Sputnik

REINHA.com – Serangan baru-baru ini terhadap Pangkalan Udara Khmeimin di Suriah merupakan upaya provakasi yang bertujuan merusak hubungan Rusia dengan mitranya Turki dan Iran dalam penyelesaian krisis di Suriah, kata Vladimir Putin.

“Itu adalah provokasi yang ditujukan untuk mengganggu kesepakatan sebelumnya, di tempat pertama. Kedua, ini tentang hubungan kita dengan mitra kita Turki dan Iran. Ini juga merupakan upaya untuk menghancurkan hubungan tersebut, “kata Presiden Rusia dalam sebuah pertemuan dengan editor kepala berita Rusia di Moskow. “Kami memiliki pemahaman yang sempurna tentang hal itu dan akan bertindak dalam solidaritas.”

(Baca juga: Pejabat Senior Hamas Secara Tak Sengaja Tembak Kepalanya Sendiri)

“Ada provokator di sana, tapi bukan orang Turki,” kata Putin, membantah laporan sebelumnya yang mengatakan bahwa serangan terhadap pangkalan udara Rusia dilakukan oleh unit Turkoman yang didukung oleh Ankara. “Kami tahu siapa mereka. Kami tahu siapa dan berapa banyak mereka membayar provokasi ini, “kata Putin, tanpa menyebutkan siapa dalang dibelakang serangan tersebut.

Pangkalan militer Rusia di Suriah menjadi sasaran dua serangan besar dalam dua minggu terakhir, satu di Malam Tahun Baru dan satu lagi pada 6 Januari. Serangan pertama, dilaporkan dilakukan oleh sebuah penyusupan yang dipersenjatai dengan mortir, mengakibatkan dua tentara Rusia terbunuh. dan kerusakan pesawat tempur di Khmeimim Airbase. Yang kedua melibatkan 13 pesawat tanpa awak yang dilengkapi bom, yang semuanya ditembak jatuh atau dipaksa mendarat melalui peperangan elektronik oleh pasukan Rusia.

(Baca juga: Putin: Strategi Keamanan AS Agresif, Rusia Harus Memperhatikannya)

Menurut kepala negara Rusia, serangan di Pangkalan Udara Khmeimim “dipersiapkan dengan baik.”
“Kami tahu kapan dan di mana kendaraan udara tak berawak itu diserahkan dan berapa banyak pesawat tersebut,” katanya.

“Pesawat itu disamarkan, agar terlihat seperti produksi kerajinan tangan. Padahal, sudah cukup jelas bahwa ada unsur berteknologi tinggi di sana, “kata Putin.

Sebelum pertemuan Kamis dengan pemimpin media Rusia, Putin mengadakan percakapan telepon dengan rekannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan, di mana serangan Khmeimim dibahas. Selama pembicaraan, Putin dan Erdogan sepakat untuk “mengintensifkan koordinasi upaya militer dan layanan khusus kedua negara untuk dapat secara efektif memerangi kelompok teroris di Suriah.”

Hubungan antara Moskow dan Ankara sempat mengalami masa-masa sulit setelah Angkatan Udara Turki menjatuhkan Su-24 Rusia, yang terlibat dalam operasi anti-teroris di Suriah, pada bulan November 2014. Seorang pilot Rusia terbunuh dalam insiden tersebut. Turki mengatakan jet tersebut telah melanggar wilayah udara mereka, namun Rusia membantah klaim tersebut.

Rusia dan Turki memulihkan hubungan sejak saat itu dan, bersama dengan Iran menjadi penjamin proses perdamaian di Suriah.

# Pangkalan Militer Diserang, Rusia Tahu Siapa Dalangnya (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.