Kecelakaan Laut Meningkat, Fadli Zon: Poros Maritim Hanya Jargon

Kecelakaan Laut Meningkat, Fadli Zon: Poros Maritim Hanya Jargon

Kecelakaan KM Lestari Maju

REINHA.com – Kecelakaan Kapal Motor (KM) kembali terjadi di Indonesia. KM Lestari Maju kandas di perairan Selayar Sulawesi Selatan pada hari Selasa (3/6) dimana dalam tragedi tersebut 30 orang lebih dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya terjadi kecelakaan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon melalui laman media sosial miliknya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban atas tragedi kecelakaan KM Lestari Maju. Fadli Zon berharap jumlah korban tewas tidak bertambah dan meminta pemerintah untuk segera memberikan pelayanan dan jaminan pembiayaan perawat terhadap korban.

“Saya membaca di berita, sudah 35 korban tewas. Kita berharap jumlahnya tak bertambah lagi, dan para korban yang selamat dapat segera diberikan pelayanan dan jaminan pembiayaan perawatan dari pemerintah”, tulis Fadli Zon dalam akun media sosial miliknya.

(Baca juga: Kementerian LHK Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Di Manado)

Dengan kejadian tersebut Fadli Zon berharap agar pemerintah segera membenahi sektor transportasi laut yang masih belum tertata dengan baik.

Fadli Zon juga mengkritik pemerintah terkait pembangunan poros maritim yang kerap dibanggakan. Dimana hal tersebut belum menjamin keamanan yang memadai untuk transportasi kapal penumpang. Fadli Zon menilai poros maritim yang sering digaungkan hanya digunakan sebagai jargon.

Menurut Fadli Zon kecelakaan yang terjadi seharusnya bisa dihindari jika pemerintah melihat angka kecelakaan laut yang meningkat. Dimana dari data KNKT mencatat pada 2014, ada 7 kecelakaan kapal laut. Angka tersebut terus meningkat.

Pada tahun 2015 ada 11 kecelakaan, 2016 ada 18 kecelakaan, dan 2017 ada 34 kecelakaan. Ini bukan perkembangan baik. Peningkatan jumlah kecelakaan, mengesankan adanya pembiaran yang cukup lama pada keselamatan dan keamanan kapal penumpang, kata Fadli Zon.

Oleh karena itu Fadli Zon meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar membenahi penataan sistem dan infrastruktur transportasi laut. Begitupun dengan sistem pengawasan terhadap kondisi sarana kapal yang wajib taat prosedur.

Fadli Zon memberi contoh dengan kasus KM Sinar Bangun. Dimana KM Sinar Bangun tidak memiliki manifes diizinkan berlayar namun bisa berlayar, itu menunjukkan pengawasan sektor transportasi laut memang sangat minim.

# Kecelakaan Laut Meningkat, Fadli Zon: Poros Maritim Hanya Jargon