Sri Mulyani: Penanganan Bencana Di Indonesia Masih Menjadi Beban APBN

Sri Mulyani: Penanganan Bencana Di Indonesia Masih Menjadi Beban APBN

Sri Mulyani: Penanganan Bencana Di Indonesia Masih Menjadi Bebaban APBN
Foto IG @Sri Mulyani

REINHA.com – Dalam penanganan bencana, pemerintah masih sangat tergantung pada APBN dan APBD, bahkan harus merealokasi anggaran, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar “Disaster Risk Finance and Insurance” di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua Bali, Rabu 10 Oktober 2018.

“Kita perlu mengidentifikasi semua risiko bencana alam dan memikirkan mekanisme fiskal serta instrumen keuangan terbaik untuk mendukung rehabilitasi yang paling efektif dan paling cepat.”

Oleh karena itu diperlukan juga sebuah strategi jangka Panjang untuk membangun ketahanan (resiliency) terhadap bencana alam, khususnya dari sisi fiskal, ungkap Sri Mulayani.

(Baca juga: Delegasi Asing Terpana Akan Keindahan Kain Tenun Flores Di Annual Meetings 2018)

Fokus terbesar ketika bencana terjadi adalah bagaimana membantu korban, melakukan recovery dan melakukan rekonstruksi. Namun kita jarang sekali membahas soal transfer risiko, termasuk untuk pembiayaan. Pengelolaan bencana menjadi tidak tersinergikan dan terintegrasi.

Karena itu, Indonesia membuka diri untuk menimba pengalaman dari negara-negara lain mengenai pembiayaan bencana. Kami ingin belajar dari Filipina yang sudah mengasuransikan gedung-gedung pemerintahan daerah, belajar dari Maroko yang sudah mengasuransikan UMKM dan rumah-rumah penduduk berpenghasilan rendah.

Sri Mulani juga mengatakan pada tahun anggaran 2019 mendatang, semua gedung pemerintah akan diasuransikan, meski belum termasuk rumah-rumah penduduk menengah dan bawah karena mekanisme aruransi untuk itu belum tersedia.

Selama 12 tahun terakhir, pemerintah rata-rata menyediakan dana cadangan untuk bencana sebesar Rp 3,1 triliun rupiah. Jurang pembiayaan tersebut menjadi salah satu sebab Indonesia terpapar risiko fiskal akibat bencana alam.

Karena itu, pemerintah Indonesia sedang menyiapkan peta jalan (roadmap) mengenai pembiayaan dan asuransi risiko bencana, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain ingin berbagi tentang pendanaan bencana seperti instrumen asuransi yang bisa dengan segera dicairkan, pada sisi lain Indonesia juga ingin melihat negara-negara lain dalam menangani pembiayaan bencana.

Seminar yang merupakan usulan Indonesia ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Bank Dunia, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta dua menteri dari Jepang dan Filipina.

# Sri Mulyani: Penanganan Bencana Di Indonesia Masih Menjadi Beban APBN

  • 3
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.