Krisis Vaksinasi, Manusia Rentan Terkena Virus Hewan Mematikan

Krisis Vaksinasi, Manusia Rentan Terkena Virus Hewan Mematikan

Krisis Vaksinasi, Manusia Rentan Terkena Virus Hewan Mematikan
Ilustrasi virus campak – Shutterstock @kateryna kon

REINHA.com – Krisis vaksinasi diperkirakan telah berkontribusi terhadap 142.000 kematian akibat campak di seluruh dunia tahun lalu. Krisis ini mungkin memudahkan virus serupa pada sapi dan anjing untuk berpindah ke manusia.

Tingkat vaksinasi campak yang menurun dapat membuat orang berisiko terkena virus hewani yang mematikan.

(Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Penyakit Tetanus Neonatorum)

Dikutip dari DailyMail, seorang ahli telah memperingatkan bahwa Krisis Vaksinasi ini juga mungkin memudahkan virus serupa pada sapi dan anjing untuk berpindah ke manusia.

Belum jelas apakah distemper anjing yang disebabkan oleh virus yang telah bermutasi untuk mempengaruhi monyet memiliki kemampuan menginfeksi manusia.

Tetapi Profesor Jonathan Ball, seorang pakar virus dari Universitas Nottingham, mengatakan jika bisa, kita mungkin telah dilindungi di masa lalu karena kebanyakan orang divaksinasi terhadap virus campak yang serupa.

(Baca juga: 500 Ribu Hewan Termasuk 8 Ribu Kuala Mati Dalam Kebakaran Hutan Di Australia)

Sekarang, manusia cenderung berada pada risiko lebih besar dari virus seperti canine distemper (penyakit menular pada anjing) dan PPRV, yang biasanya menginfeksi domba dan kambing.

Itu karena virus secara genetik mirip dengan campak, yang mana sistem imun kita perlu divaksinasi agar dapat mengenali dan melawannya.

Profesor Ball, yang menulis untuk BBC, mengatakan: ‘Agar virus hewan dapat menginfeksi manusia, mereka perlu memiliki perubahan genetik yang tepat untuk membuat lompatan dan orang-orang harus rentan.

‘Itu berarti mereka membutuhkan orang-orang yang tidak divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak sebelumnya.

‘Namun, hanya ada segelintir virus hewan yang berlaku untuk ini, dan, sementara mereka dapat membunuh hewan, kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan pada kita atau seberapa menularnya mereka.’

Kasus campak di Inggris meningkat tiga kali lipat dalam satu tahun dari 259 menjadi 971 antara 2017 dan 2018.

Walaupun mungkin tidak ada ancaman terhadap Inggris langsung dari virus hewan karena mereka tidak cenderung beredar di sini, campak termasuk dalam kelompok virus yang sangat mirip yang disebut morbillivirus, ditemukan pada mamalia, dan berpotensi dapat melintasi ‘penghalang spesies’ ke dalam manusia.

Mereka menempel pada reseptor yang sama dalam sel manusia seperti pada sel hewan.

Virus seperti itu masih dapat menginfeksi orang di Inggris jika mereka dibawa dari negara lain oleh orang yang sudah terinfeksi, atau orang Inggris secara tidak sadar mengambilnya ketika berada di luar negeri.

Diyakini bahwa campak awalnya berasal dari virus yang sama pada sapi.

Canine distemper, yang sudah mengancam kucing langka dan telah menginfeksi anjing laut dan kera, bisa membutuhkan sedikitnya dua mutasi pada protein permukaannya untuk memungkinkannya menginfeksi sel manusia.

Ini menekan sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan infeksi seperti pneumonia.

Mutasi serupa juga dapat terjadi pada virus yang disebut Peste des Petits Ruminants (PPRV), yang telah menyebar dari domba dan kambing ke ternak setelah mereka berhenti divaksinasi untuk virus yang sama.

# Krisis Vaksinasi, Manusia Rentan Terkena Virus Hewan Mematikan

  • 9
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.