Sri Mulyani Beri Pandangan Tentang Pentingnya Isu Perpajakan Internasional Saat Bertemu Menkeu Arab Saudi

Sri Mulyani Beri Pandangan Tentang Pentingnya Isu Perpajakan Internasional Saat Bertemu Menkeu Arab Saudi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

REINHA.com – Di sela Pertemuan G20, pada tanggal 23 Februari 2020 Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Arab Saudi H.E. Mohammed Al – Jadaan di Riyadh, Saudi Arabia.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani memberikan pandangan tentang pentingnya pembahasan isu perpajakan internasional.

(Baca juga: PN Larantuka Adakan Baksos Dalam Rangka Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Dan WBBM)

Era digital memberikan tantangan baru di sektor perpajakan internasional dimana perusahaan bisa memperoleh pendapatan tanpa harus menempatkan perusahaannya di negara tersebut. Ini menimbulkan permasalahan perpajakan apabila tidak ada kesepakatan bersama.

Indonesia sangat mendukung hasil kerja OECD dan Kerangka Kerja Inklusif (Inclusive Framework) dalam merumuskan arsitektur sistem pajak internasional pada abad ke-21 berdasarkan dua pilar, yaitu Pilar 1 yang dirancang untuk mengatasi ketegangan global terkait dengan perpajakan digitalisasi ekonomi, dan Global Anti Base Erosion (GloBe) di bawah Pilar 2, yang bertujuan untuk mengatasi masalah BEPS yang tersisa.

Sementara itu dalam upaya penguatan kerjasama bilateral Indonesia-Arab Saudi sektor pariwisata merupakan sektor potensial yang dapat diperkuat bagi kedua negara. Saat ini, turis dari Indonesia, dalam skema ibadah umrah, merupakan yang terbesar di Arab Saudi. Hal ini mengingat kuota haji yang terbatas dan masa tunggu haji yang lama.

Terkait investasi, salah satu hasil survey menunjukkan bahwa dalam beberapa periode terakhir, investasi dari Amerika, China mengalami penurunan sementara dar Jepang relatif stabil. Pada sisi lain, invetasi dari Arab Saudi meningkat cukup signifikan. Kondisi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan investasi Arab Saudi di Indonesia.

Investasi Arab Saudi dapat juga disalurkan melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) yang saat ini sedang dibentuk oleh Indonesia untuk penyediaan pembiayaan bagi pembangunan ibukota baru dan Aceh.

SWF akan dibentuk sebagai badan penyatuan dana investasi untuk mengelola investasi langsung yang bertujuan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia melalui investasi domestik.

Menteri Keuangan Arab Saudi menyepakati sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan tersebut.

# Sri Mulyani Beri Pandangan Tentang Pentingnya Isu Perpajakan Internasional Saat Bertemu Menkeu Arab Saudi